LombokPost-Isu mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Sumbawa belakangan ini mencuat dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bahkan, beredar rumor tidak sedap yang menyebutkan adanya dugaan praktik suap dalam proses mutasi yang disebut-sebut akan digelar dalam waktu dekat.
Baca Juga: Bangun Islamic Center, Tiga Kantor OPD di Lombok Utara Akan Direlokasi
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentolerir sedikit pun praktik suap dalam proses mutasi. “Paling penting dan sudah berulang kali kami tekankan bahwa Jarot–Ansori tidak ada toleransi jika ada yang bermain-main dengan suap dalam urusan mutasi. Kami ingin proses ini berjalan bersih. Sekali lagi, kami akan lakukan ini sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” tegas bupati.
Menurutnya, mutasi adalah hal yang wajar dan lumrah terjadi dalam setiap dinamika pemerintahan, apalagi pasca pergantian kepala daerah. “Mutasi itu biasa. Dalam setiap pergantian kabinet atau pemimpin, tentu akan ada penyesuaian. Kami akan melakukannya mengikuti proses dan tahapan yang diatur dalam Undang-Undang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah jabatan kepala OPD yang lowong. Karena itu, pengisian jabatan tersebut perlu segera dilakukan agar roda birokrasi berjalan optimal. “Tidak mungkin kita biarkan kosong terus atau dirangkap. Kalau kita isi, pasti ada pergeseran, itu pasti. Dan pengisian tidak bisa dari luar struktur atau dari tim sukses, melainkan dari struktur yang ada,” jelasnya.
Baca Juga: Eka Nugraha Abdi Terpilih Pimpin PODSI NTB
Bupati Jarot menambahkan, dalam mutasi terdapat tiga bentuk, yakni promosi, rotasi, dan demosi. Ketiga bentuk ini akan dijalankan secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku, bukan berdasarkan like and dislike. “Mutasi bukan seperti memindahkan buah catur. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan organisasi, meningkatkan produktivitas, memotivasi pegawai, mengurangi kejenuhan, serta mempercepat pelayanan dan pembangunan yang sejalan dengan visi-misi kami,” tandasnya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji