LombokPost - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah kamar kos di wilayah Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, akhir pekan lalu.
Saat ini, polisi sedang menyelidiki penyebab kematian WNA yang belum diketahui identitasnya tersebut.
Polsek Labuhan Badas pun dengan segera melakukan pemeriksaan saksi dan olah TKP.
Baca Juga: Sakit Cukup Lama, WNA Ditemukan Meninggal Dunia di Trawangan
"Kami sudah periksa saksi dan olah TKP," kata Kapolsek Labuhan Badas Iptu Rohmad Rondi, kemarin.
Dia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan tetangganya dalam kondisi terlentang di atas tempat tidur.
“Korban WNA asal Belanda ditemukan meninggal. Diduga korban telah lama menderita penyakit, dan saat tiba di Sumbawa kondisinya memang sudah tidak fit,” jelasnya.
Baca Juga: 15 WNA China Belum Ditemukan, Penyidikan Tambang Emas Ilegal Sekotong Tetap Berjalan
Awalnya, saksi G sedang duduk santai di teras kamar kost sekitar pukul 17.30 Wita.
Dia merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasa.
Kemudian, dia mengintip melalui jendela dan mendapati korban dalam posisi terbaring tanpa gerakan, dengan bagian perut yang tidak menunjukkan tanda-tanda bernafas.
Baca Juga: Tergelincir Saat Mendaki Rinjani, WNA Asal Irlandia Jatuh ke Kedalaman Ratusan Meter
Selanjutnya, saksi memanggil warga sekitar dan Ketua RT setempat. Informasi tersebut langsung diteruskan ke Polsek Labuhan Badas, yang segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah TKP.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui telah tinggal di kos tersebut selama empat hari.
"Jadi, korban sempat menceritakan kepada beberapa tetangga bahwa dirinya tengah sakit," ungkap kapolsek.
Bahkan, warga sempat menyarankan korban untuk menghubungi keluarganya di Belanda karena kondisi kesehatannya yang menurun. Namun, korban menolak memberi informasi apa pun terkait identitas atau kontak keluarganya.
Baca Juga: Nekat Mendaki Rinjani Secara Ilegal, Seorang WNA Asal Rusia Jatuh ke Jurang
“Selama tinggal di sini, korban dikenal sering membawa bibit sayuran dari Belanda untuk dibagikan kepada tetangga,” tambah IPTU Rondi.
Setelah melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Sumbawa dan Si Dokes, jenazah dievakuasi ke RSUD Sumbawa untuk menjalani proses otopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya.
"Kejadian ini dilaporkan ke Kedutaan Besar Belanda untuk penanganan administratif dan diplomatik lebih lanjut," katanya
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan data dan keterangan dari saksi serta menunggu hasil otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. "Kami juga masih mencari informasi terkait identitas lengkap korban," tandasnya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji