Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ajang 9th Asia Pacifik Leaders Summit On Malaria Elimination, Bupati KSB Jadi Bagian Delegasi Indonesia

Lombok Post Online • Kamis, 19 Juni 2025 | 16:49 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Bupati Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah menorehkan prestasi internasional.

Itu setelah dirinya menjadi bagian dari delegasi Indonesia pada forum 9th Asia Pasifik Leaders Summit On Malaria Elimination yang berlangsung di Denpasar, Bali, 16-17 Juni 2025.

Forum bergengsi yang dihadiri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini merupakan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA).

Forum ini mempertemukan menteri kesehatan, pakar, dan pemangku kepentingan utama dari seluruh kawasan Asia Pasifik untuk membahas tantangan dan solusi dalam eliminasi malaria.

“Kita ikut sebagai salah satu delegasi pertemuan karena dinilai sukses dalam penurunan kasus malaria,’’ jelas Bupati KSB Amar Nurmansyah melalui siaran persnya, kemarin (18/6).

Untuk diketahui, tiga tahun terakhir Pemda KSB melalui Dinas Kesehatan berhasil menurunkan kasus malaria secara signifikan. Itu ditunjukkan dengan positifity rate kurang dari 5 persen, annual paracite insident kurang dari  1/1.000 penduduk, dan tidak ada kasus malaria penularan setempat (indogenouse,red).

“Keberhasilan ini membuat kita ditunjuk untuk berbagi pengalaman dengan negara negara lainnya di kawasan Asia Pasifik,’’ kata Amar.

Dalam forum internasional ini, Pemda KSB juga menerima predikat daerah dengan eliminasi malaria. Penghargaan ini diserahkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Amar menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mengatasi tantangan pembiayaan dan program, serta mempercepat pencapaian target eliminasi malaria di tahun 2030.

Beberapa delagasi negara yang tergabung dalam APLMA dan hadir di Bali itu meliputi Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, China, Korea Utara, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Papua Nugini, Filipina, Korea Selatan, Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Vanuatu, dan Vietnam.

Selain negara-negara yang tergabung dalam APLMA, hadir pula dalam kesempatan tersebut Director General World Health Organisation (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Amar juga menyampaikan beberapa poin penting yang disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat forum berlangsung.

Menkes menegaskan, malaria bukan sekadar isu kesehatan, tetapi merupakan persoalan pembangunan. Untuk benar-benar mengeliminasi malaria, semua pihak harus melampaui sektor kesehatan.

Itulah sebabnya Indonesia meluncurkan Indonesia’s Call to End Malaria Initiative untuk menggerakkan dukungan dari seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.

DELEGASI INDONESIA: Bupati KSB Amar Nurmansyah menerima piagam penghargaan pada ajang Ajang 9th Asia Pacifik Leaders’ Summit On Malaria Elimination, atas keberhasilan menekan dan menurunkan penyakit.
DELEGASI INDONESIA: Bupati KSB Amar Nurmansyah menerima piagam penghargaan pada ajang Ajang 9th Asia Pacifik Leaders’ Summit On Malaria Elimination, atas keberhasilan menekan dan menurunkan penyakit.

“Melalui kepemimpinan yang lebih kuat dan koordinasi yang lebih baik, kita akan menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi wilayah-wilayah yang paling terdampak, khususnya Papua,” kata Amar meneruskan pesan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Pesan serupa juga disampaikan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga menjabat sebagai Special Advisor to Asia Pasific Leaders' Malaria Alliance.

Amar mengaku, SBY menekankan pentingnya kolaborasi regional. Dengan waktu yang hanya tersisa lima tahun untuk mencapat target global SDGs guna eliminasi malaria pada 2030, KTT Pemimpin Asia Pasifik ke-9 telah menjadi wadah strategis untuk memperlihatkan kemajuan kawasan, inovasi, serta pembaruan komitmen. “Ini beberapa pesan yang disampaikan pak SBY sebagai mantan presiden RI sekaligus sebagai special advisor APLMA asia pasifik,’’ paparnya.

Atas keberhasilan Pemda KSB menjadi bagian dari delegasi Indonesia pada forum ini, Amar pun memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras mengantarkan KSB sebagai salah satu daerah di Indonesia yang mampu menekan kasus malaria. “Apresiasi setingginya kepada tim kesehatan yang ada di puskesmas, Dinas Kesehatan, dan RSUD Asy Syifa yang telah bekerja keras dalam menurunkan angka malaria di Kabupaten Sumbawa Barat,’’ ujarnya. (far/r1)

Editor : Pujo Nugroho
#Kasus #Indonesia #asia pacific #Summit #Delegasi #malaria