LombokPost - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Bima berharap adanya perhatian serius dari Pemprov NTB.
Tujuannya untuk mendukung kemajuan olahraga pacuan kuda, baik dari sisi event maupun infrastruktur.
Harapan ini disampaikan Ketua Pordasi Kabupaten Bima Irfan HM Noor, saat Kejuaraan Pacuan Kuda di arena pacuan Panda, Bima, Senin (30/6).
Baca Juga: Arena Pacuan Kuda di Pohgading Timur; Hanya Trek Lurus, Lintasannya di Atas Hamparan Pasir Besi
"Pada prinsipnya, kami dari Pordasi Kabupaten Bima sangat berharap bahwa ada intervensi dari anggaran APBD I melalui kebijakan pak Gubernur di Dinas Pariwisata untuk menganggarkan, baik event maupun perbaikan sarana dan prasarana lapangan arena pacu yang sangat kami harapkan," kata Irfan.
Dia menyoroti kondisi lapangan pacuan kuda yang dinilai masih jauh dari standar kenyamanan dan keamanan.
Baca Juga: Aktivis Minta Kepolisian Tak Keluarkan Izin Pacuan Kuda yang Melibatkan Joki Cilik
Terutama lintasan yang belum mengalami reklamasi pasir, elemen penting untuk menghindari cedera pada kuda pacu.
“Karena ini masih lintasan biasa. Kuda butuh kenyamanan saat berlari. Sampai hari ini belum ada urugan pasir, makanya banyak kuda yang rawan cedera,” jelasnya.
Selain itu, pagar lintasan yang masih menggunakan kayu juga dinilai membahayakan. Irfan berharap pagar diganti dengan material pipa seperti di arena nasional, agar risiko cedera terhadap kuda bisa diminimalkan jika terjadi benturan.
Baca Juga: Innalillahi, Jasad Bayi Ditemukan Terkubur Dekat Arena Pacuan Kuda Kota Bima
Saat ini, Pordasi Kabupaten Bima berkolaborasi Polres Kabupaten Bima menggelar kejuaraan pacuan kuda menyambut Hari Bhayangkara. “Ini kolaborasi dengan Polres Kabupaten Bima. Ketuanya langsung pak Kapolres. Mulai dibuka kemarin (Minggu) dan akan berlangsung sampai tanggal 6 Juli,” katanya.
Kejuaraan tersebut diikuti 620 ekor kuda dari seluruh NTB, termasuk kontingen dari Lombok Tengah. "Ini menandakan tingginya animo dan jangkauan kegiatan ini," sebutnya.
Tak hanya itu, Irfan juga mengungkapkan, event pacuan kuda di Bima telah masuk kalender event nasional Pordasi. “Sudah masuk karena terbukti waktu iklan kami di bulan April kemarin, Ketua PP Pordasi dan Ketua Harian PP Pordasi, bapak Mohammad Chaidir Saddak, sampai datang langsung ke sini,” ujarnya.
Meski demikian, dukungan dari Pemprov NTB dinilai masih minim. Irfan menyebut, selama ini belum ada alokasi anggaran yang signifikan untuk perbaikan arena pacuan. Pada masa Gubernur Zulkieflimansyah, bantuan yang diberikan hanya sebatas hadiah kejuaraan. “Kami dapat kucuran dana paling tinggi Rp25 sampai 30 juta saja, itu pun hanya sekali setahun,” ungkapnya.
Pordasi Kabupaten Bima berharap Gubernur NTB saat ini dapat melihat potensi besar olahraga pacuan kuda sebagai daya tarik pariwisata dan ikon budaya masyarakat Bima yang sudah mengakar. “Kegiatan ini bukan hanya olahraga, tapi sudah jadi bagian dari budaya dan pariwisata. Sudah seharusnya ada perhatian lebih,” pungkas Irfan.
Editor : Akbar Sirinawa