LombokPost - BPK NTB mengungkapkan temuan mencengangkan terhadap sejumlah proyek Pemkab Bima. Ada 29 paket proyek yang ditemukan kekurangan volume di empat SKPD.
Hasil pemeriksaan BPK atas dokumen kontrak kerja, dokumen pendukung pelaksanaan pekerjaan dan pemeriksaan fisik menunjukan terdapat kekurangan volume atas 29 paket senilai Rp 802.061.000 juta.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK merincikan jumlah temuan, rekanan pelaksana hingga item pekerjaan. Di antaranya, pembangunan ruang rawat inap lanjutan di RSUD Bima terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 69.845.000.
Selain di RSUD Bima, BPK juga menemukan kekurangan volume pada pekerjaan pembangunan taman masjid agung Bima senilai Rp 192.636.000, pembangunan Kantor DPMPTSP terdapat kekurangan volume senilai Rp 96.024.000, dan penataan GOR Panda terdapat kekurangan volume senilai Rp 45.561.000.
Proyek pembangunan sarana olahraga joging track juga terdapat kekurangan volume senilai Rp 13.471.000, pembangunan gedung TIC dan Papan Pusat Wisata terdapat kekurangan volume senilai Rp 13.722.000.
Penanganan Long Segment (pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkali, peningkatan/rekonstruksi) Talabiu-Dore terdapat kekurangan volume senilai Rp 82.919.000, penanganan Long Segment (pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan/rekonstruksi) Rato-Mangge terdapat kekurangan volume senilai Rp 67.097.000.
Pada peningkatan jalan Nangaraba-Batas Kota terdapat kekurangan volume senilai Rp 40.728.000, peningkatan DI Ompu Sao terdapat kekurangan volume senilai Rp 23.409.000, dan pembangunan Embung Parangina terdapat kekurangan volume senilai Rp 42.219.000.
BPK menyampaikan, kekurangan volume pekerjaan belanja modal gedung dan bangunan senilai Rp 520.341.000 terdapat pada beberapa item pekerjaan. Seperti, pekerjaan tanah, pasangan batu, beton, lantai dan dinding, kayu, pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan sebagainya.
Kekurangan volume pekerjaan belanja modal jalan, jaringan dan irigasi senilai Rp 281.720.000 terdapat pada beberapa item pekerjaan, antara lain pada divisi 6 perkerasan aspal dan divisi 7 struktur.
Direktur RSUD Bima drg. Ihsan yang dikonfirmasi membenarkan adanya temuan dari tim BPK Perwakilan NTB atas proyek pembangunan ruang rawat inap lanjutan. "Semua sudah dibereskan. Supaya semua bisa dipercaya, temuan tersebut sudah ditindaklanjuti," kata Ihsan. (r5)
Editor : Jelo Sangaji