Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tahun 2026, Pemda KSB Segera Luncurkan Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa

Lombok Post Online • Rabu, 19 November 2025 | 10:26 WIB
Amar Nurmansyah
Amar Nurmansyah

LombokPost - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memasuki usia 22 tahun. Rangkaian acara akan ditutup dengan upacara peringatan yang rencana akan berlangsung di lapangan graha fitrah, kompleks kemutar telu center (KTC).

Dari masa ke masa, Sumbawa Barat terus bertranformasi. Di bawah kepemimpinan Bupati Amar Nurmansyah dan Wabup Hanipah W Musyafirin, Bumi Gotong Royong telah mencapai banyak keberhasilan.

Terbaru, di bawah kepemimpinan yang baru, KSB berhasil mewujudkan layanan paling praktis untuk masyarakat melalui kartu Sumbawa Barat maju luar biasa.

Kartu Sumbawa Barat Maju merupakan program terpadu Pemerintah KSB yang mengintegrasikan tujuh layanan dasar publik ke dalam satu kartu untuk memudahkan akses masyarakat.

Program ini pertama kali diluncurkan pada Mei 2025 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, tani dan ternak, perikanan, UMKM, serta sosial.

Kartu ini berfungsi seperti ATM untuk penyaluran bantuan dan dilengkapi QR code untuk kontrol layanan, serta pendampingan langsung ke masyarakat.

Adapun layanan kartu Sumbawa Barat maju mencakup KSB Maju Pendidikan, berupa bantuan biaya pendidikan, seperti uang pangkal dan seragam (untuk jenjang TK hingga SMP), serta Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), KSB Maju Kesehatan mencakup bantuan biaya pendamping pasien rujukan luar daerah senilai Rp1,5 juta, ambulans gratis, dan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap menjemput pasien ke rumah.

KSB Maju Sosial mencakup penyalurkan bantuan tunai rutin sebesar Rp 500 ribu per bulan untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu. KSB Maju Tani Ternak berupa dukungan untuk petani dan peternak.

KSB Maju Perikanan yaitu dukungan untuk nelayan. KSB Maju UMKM berupa dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah serta KSB Maju Perumahan, membantu menyediakan rumah layak huni.

‘’Tujuh program kartu Sumbawa Barat maju ini sudah mulai kita bagikan kepada seluruh warga KSB. Insya Allah, akhir Desember kartu ini sudah bisa dibagikan kepada seluruh rakyat Sumbawa Barat,’’ janji Bupati KSB Amar Nurmansyah didampingi Wabup Hanipah W Musyafirin.

Haji Amar tak menampik, pelaksanaan program Sumbawa Barat maju ini baru pertama kali dilakukan. Tahun 2025 adalah tahun pertama pelaksanaan program tersebut. Diakuinya, sejak dilaksanakan pada Mei lalu, hingga saat ini masih banyak yang harus disempurnakan. ‘’Meski baru tapi alhamdulillah program ini sudah bisa dinikmati masyarakat. Tahun pertama, selain langsung dilaksanakan programnya kita juga harus menyiapkan instrumen, regulasi hingga kelembagaan. Tapi hasilnya sudah bisa dinikmati,’’ katanya.

Tahun pertama pelaksanaan Kartu Sumbawa Barat maju diakuinya membutuhkan kerja ekstra. Pelaksanaan program ini menggunakan aplikasi, di mana setiap penyaluran program tersebut bisa dikontrol secara langsung melalui sekali klik. ‘’Sambil berjalan, kita terus melakukan penyempurnaan. Termasuk sosialisasi lebih masif lagi kepada masyarakat,’’ janjinya.

Sosialisasi menjadi sangat penting. Agar masyarakat memahami secara utuh pelaksanaan program kartu Sumbawa Barat Maju. Ia pun minta seluruh OPD pemerintah tak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang program ini. ‘’Sosialisasi menjadi sangat penting, karena harus diakui masih ada warga yang belum paham bagaimana program ini. Ini menjadi tugas kita semua,’’ pintanya.

Ia pun meminta OPD pengampuh tujuh program kartu Sumbawa Barat maju ini untuk bisa memangkas jalannya roda birokrasi. Terutama terkait waktu pengurusan administrasi penyaluran bantuan. Seperti bantuan untuk lansia dan bantuan lainnya. ‘’Ini harus menjadi catatan kita bersama. Bagaimana proses itu dipercepat, dan masyarakat harus diberikan pemahaman bagaimana alur pengurusan bantuan dari kartu ini,’’ ingatnya.

Haji Amar tak menampik, sejak program Sumbawa Barat Maju digulirkan, banyak pengaduan dan pertanyaan yang dilontarkan langsung masyarakat kepada dirinya selaku bupati. Biasanya, pertanyaan tentang program ini lebih kepada waktu atau kapan program tersebut dicairkan oleh pemerintah. Kendala lain yang dihadapi pemerintah, kartu Sumbawa Barat maju ini menggunakan basis data kartu keluarga (KK), di lapangan banyak ditemukan kepala keluarga ternyata tidak bertempat tinggal di KSB atau berada di luar daerah.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

‘’Ada yang di Kalimantan, Sumatera, Jawa bahkan luar negeri. Hal ini mengakibatkan banyak bantuan yang sudah masuk melalui kartu Sumbawa Barat maju, belum bisa dinikmati oleh sasaran (penerima). Ini sudah kita atur mekanismenya, supaya anggota keluarga yang ditinggalkan KK ini tetap bisa menikmati bantuan tersebut,’’ katanya lagi.

Haji Amar mengakui, kondisi seperti ini cukup banyak ditemukan di lapangan. Hal ini pun diakuinya dapat menganggu program kartu Sumbawa Barat maju. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah kemudian melakukan berbagai cara agar penerima bantuan tidak merasa diabaikan atau dirugikan. ‘’Awal-awal pembagian kartu dilakukan berbasis layanan, seperti layanan pendidikan. Ini sudah kita lakukan secara masif melalui lembaga pendidikan, termasuk layanan sosial,’’ urainya.

Di tahap awal, pembantuan kartu ini menggunakan basis layanan. Setelah itu dilanjutkan melalui pembagian kewilayahan dan ini sedang berlangsung. Haji Amar menegaskan, kartu Sumbawa Barat Maju memiliki dua fungsi utama. Fungsi kontrol dan fungsi eksekusi. Sebagai alat transaksi elektronik (ATM) untuk eksekusi bantuan, dan sebagai alat kontrol melalui QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi untuk melacak data dan riwayat bantuan yang diterima setiap keluarga.

Fungsi kontrol meliputi integrasi data, kartu ini terintegrasi dengan sistem data elektronik, seperti KSB Satu Data, untuk menciptakan basis data yang terpadu. Pelacakan bantuan, setiap bantuan yang disalurkan harus dicatat dan diinput oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ke dalam sistem aplikasi. QR code pada kartu memungkinkan pemerintah untuk memantau dengan mudah siapa saja yang menerima bantuan dan jenis bantuan apa yang sudah diterima.

Akuntabilitas, fungsi ini meningkatkan akuntabilitas pemerintah dalam penyaluran bantuan, memastikan bantuan sampai kepada yang berhak. Basis elektronik, kartu ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan konsep Smart City dan meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Sumbawa Barat.

‘’Kartu Sumbawa Barat maju bisa dikontrol melalui aplikasi. Baik bantuan non tunai maupun bantuan tunai dan lainnya,’’ paparnya.

Hanipah W Musyafirin
Hanipah W Musyafirin

Selain itu, ada juga program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. Rencananya program ini berlaku efektif pada tahun 2026. Program ini dihajatkan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi baru di Sumbawa Barat. Program ini ke depannya bertujuan untuk menciptakan peluang dan strategi ekonomi baru tanpa harus bergantung secara terus menerus pada sektor pertambangan. Untuk diketahui, hingga saat ini KSB masih sangat bergantung pada sektor tambang. PDRB Sumbawa Barat melalui sektor ini cukup tinggi. ‘’Ketika tambang mengalami fluktuatif, ini juga berpengaruh terhadap PDRB maupun keuangan daerah. Ini yang sedang kita ciptakan alternatif lain,’’ janjinya.

 Tahun 2026 lanjut Haji Amar, Pemda KSB akan mulai menjalankan program tersebut. klaster-klaster baru ini akan segera disusun dan dikonsep sedemikian rupa dan menyesuaikan dengan RPJMD Sumbawa Barat. ‘’Di antaranya konsep tentang klaster pertanian dan peternakan secara luas. Tahun depan sudah mulai berjalan,’’ paparnya.

Peternakan mencakup penggemukan sapi, sementara untuk pertanian terutama horti berupa penanaman pisang, termasuk budi daya udang. ‘’Kami juga mencanangkan ke depannya KSB sebagai kabupaten penghasil benih unggul padi. Tahun depan semua program ini sudah mulai berjalan,’’ harapnya.

Sektor pariwisata juga tidak ketinggalan. H. Amar mengakui, pariwisata termasuk klaster yang masuk dalam perencanaan yang akan dikembangkan pemerintah sebagai pengganti sektor tambang. Sektor ini akan dibagi menjadi dua, salah satunya pariwisata berbasis investasi. Pariwisata berbasis investasi ini akan diintegrasikan dengan berbagai sarana dan prasana yang sudah ada di Sumbawa Barat saat ini. ‘’Kita akan integrasikan dengan kehadiran bandara Kiantar. Tahun ini akan resmi berizin. Nantinya bandara ini juga melayani rute umum,’’ jelasnya.

Bandara Kiantar sendiri merupakan salah satu investasi swasta terbesar yang saat ini telah selesai dibangun di Sumbawa Barat. Meski berstatus sebagai bandara khusus, mendukung kegiatan pertambangan PT Amman Mineral, nantinya rute penerbangan di bandara ini pun akan melayani rute umum dari berbagai maskapai. ‘’Operasional bandara tentu akan mengungkit pariwisata kita,’’ urainya.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Selain pariwisata investasi, pemerintah juga akan mengembangkan pariwisata pelayanan. Bagaimana pariwisata ini tidak hanya terkonsentrasi pada pariwisata (lokasi) investasi semata tapi juga masuk langsung ke tengah masyarakat. ‘’Tujuannya supaya berdampak langsung ke masyarakat. Sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di tengah masyarakat,’’ janjinya.

Pemerintah juga akan fokus pada klaster industri. Untuk diketahui, Sumbawa Barat saat ini menjadi salah satu poros baru ekonomi nasional. Kehadiran pabrik industri smelter di Kecamatan Maluk menjadikan kabupaten paling barat pulau Sumbawa ini sebagai salah satu daerah industri baru.

Untuk klaster industri, pemerintah akan melakukan revitalisasi BLK. BLK yang ada di Poto Tano saat ini akan direlokasi atau dipindah ke lokasi baru yang berlokasi di Kelurahan Telaga Bertong. ‘’Ada dua lokasi BLK yang dibangun nanti. Termasuk di Kecamatan Jereweh. Sementara eks BLK Poto Tano kita rubah menjadi shelter lalu lintas barang,’’ tambahnya. (far/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#KSB #sosalisasi Alokasi Dana Desa #Sumbawa #layanan #program