LombokPost-Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Bintang Bano hingga kini masih terus berupaya maksimal mengembalikan layanan air bersih untuk masyarakat Desa Labuhan Lalar dan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Diketahui, layanan jaringan air bersih di dua desa ini terganggu karena dua mesin pompa utama mengalami kerusakan sejak tanggal 10 November lalu.
‘’Tim kami masih terus bekerja. Tadi (kemarin,red) kita sedang mencoba memasang pompa satu, setelah dilakukan perbaikan, mudah-mudahan ini bisa mengatasi masalah layanan,’’ jelas Direktur Perumda Bintang Bano Benny Ahmadi, Senin (8/12).
Sejak dua mesin pompa utama milik Perumdam Bintang Bano rusak berat, layanan untuk dua desa itu dilakukan melalui mobil tangka. Air bersih disalurkan langsung Perumdam melalui tandon yang disiapkan di dua desa tersebut. ‘
’Sejak mesin rusak, distribusi air bersih kita gunakan mobil tangki. Ada tujuh mobil kami kerahkan, tiga ke Kertasari dan empat ke Labuhan Lalar,’’ jelasnya.
Layanan air bersih melalui mobil tangki ini akan terus dilakukan hingga dua mesin utama milik Perumdam berhasil diperbaiki. Dia menampik, Perumdam bersama Pemda KSB saat ini tengah memesan dua mesin baru.
Hanya saja, pengiriman mesin yang dipesan itu masih membutuhkan waktu cukup lama. ‘’Kami juga sedang mencoba memperbaiki mesin lama ke Mataram, sambil menunggu mesin baru datang. Mudah-mudahan minggu ke tiga atau empat Desember mesin baru itu sudah tiba di KSB,’’ harapntakya.
Jumlah rumah tangga sasaran (RTS) terdampak akibat kerusakan ini diakuinya cukup banyak. Desa Labuhan Lalar dan Kertasari sekitar 910 RTS terdampak. Untuk Labuhan Lalar total air bersih yang terdistribusi sebanyak 55 ribu liter perhari. Sementara untuk Kertasari, pihaknya menyalurkan sebanyak 49 ribu liter per hari Ini.
‘’Mobil tangki tetap berjalan sambil menunggu perbaikan. Alhamdulillah, pelanggan juga memahami kondisi tersebut,’’ katanya.
Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan. Perumdam Bintang Bano sendiri menegaskan, selama layanan rusak pihaknya tidak akan menerbitkan rekening kepada pelanggan. ‘’Jadi selama kerusakan ini kami tidak akan menerbitkan rekening. Tapi distribusi air menggunakan tangki tetap,’’ janjinya.
Sekda KSB Hairul Jibril mengaku, pemerintah bersama Perumdam Bintang Bano terus berupaya maksimal menyelesaikan masalah tersebut. Pemerintah pun saat ini sedang mengupayakan untuk membeli mesin baru.
‘’Hanya saja, mesin yang dibeli ini susah dapatnya, harus kita pesan dulu karena stoknya terbatas,’’ katanya.
Dia meminta masyarakat, terutama pelanggan untuk dapat memaklumi kondisi tersebut. Perumdam sendiri berdasarkan laporan yang diterima pemerintah tetap mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki. ‘’Selama layanan terganggu, mobil tangki Perumdam tetap menyalurkan air bersih,’’ tambahnya.
Editor : Jelo Sangaji