LombokPost-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menetapkan desain teknis jaringan irigasi Bendungan Tiu Suntuk menuju wilayah Jereweh menggunakan sistem saluran terbuka.
Keputusan itu diumumkan Bupati KSB Amar Nurmansyah saat berkunjung ke Desa Goa dalam acara Sedekah Lang, Rabu (11/2).
Menurut Bupati Amar, penetapan tersebut dilakukan setelah koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui pertemuan daring. "Skema saluran terbuka dipilih sebagai langkah efisiensi anggaran sekaligus menjawab kebutuhan perluasan pengairan bagi ratusan hektar lahan pertanian di Jereweh," katanya.
Baca Juga: Pemkab Sumbawa Barat Suntik Rp50 Miliar ke BPR NTB, Konversi Syariah Ditarget Tahun Ini
Dalam kajian teknis yang dipaparkan, sebelumnya terdapat dua opsi pembangunan jaringan irigasi, yakni terowongan sepanjang 3,15 kilometer atau saluran terbuka sepanjang 28,86 kilometer.
Meski jarak saluran terbuka jauh lebih panjang, nilai investasinya dinilai lebih efisien, yakni Rp 412 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan opsi terowongan yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 600 miliar. Selisih hampir Rp200 miliar menjadi pertimbangan utama dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.
“Ini sudah kita hitung semua sehingga kemarin kami putuskan akan menggunakan yang terbuka. Kenapa? Karena selain cost, pemeliharaannya juga lebih mudah,” tegas Amar.
Baca Juga: Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa Seminar Salit Sumbawa Barat Dilimpahkan ke Jaksa
Bagi dia, sistem saluran terbuka memudahkan proses pengawasan dan perbaikan jaringan di masa mendatang, baik oleh petugas teknis maupun masyarakat tani. Terkait lini masa proyek, lanjut dia, tahapan pembebasan lahan dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus 2026. "Proyek irigasi ini merupakan investasi jangka panjang dengan estimasi waktu pengerjaan antara tiga hingga lima tahun," sebutnya.
Dia menegaskan pentingnya sinergi antara pemilik lahan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat melalui Kementerian PU agar target pengairan ratusan hektar lahan di Jereweh dapat terealisasi sesuai jadwal.
Sebagai langkah percepatan sebelum jaringan utama rampung, Amar juga telah menginstruksikan Dinas PU untuk melakukan survei kelayakan terhadap potensi sumber air lokal di Desa Goa. "Aspirasi warga terkait pemanfaatan aliran sungai setempat akan dikaji secara teknis untuk dikembangkan menjadi jaringan irigasi alternatif jangka pendek," ujarnya.
Baca Juga: Sempat Kabur ke Sumbawa setelah Mencuri Motor KLX, Residivis Ini Akhirnya Dijebloskan ke Bui
Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas petani Jereweh sembari menunggu selesainya pembangunan jaringan irigasi utama dari Bendungan Tiu Suntuk.
Editor : Jelo Sangaji