LombokPost-Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah kembali melantik 40 pejabat. Mereka terdiri dari dua pejabat eselon II (kadis), 11 eselon III/a, 15 pejabat eselon III/b, serta 12 pejabat eselon IV/a dan b.
Armayadi resmi dilantik menjadi Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dia sebelumnya menjabat sebagai Sekdis PUPR sekaligus pelaksana tugas (Plt) Kadis.
Pejabat eselon II lain, Burhan Daeng Mangago yang sebelumnya Sekdis Perikanan kini dipercaya menjadi Kadis Kerarsipan dan Perpustakaan. ''Ada yang promosi, ada juga yang hanya bergeser. Ini hal biasa,'' tegas Amar.
Baca Juga: Bupati Amar Lantik 165 PNS Baru, Jangan Jadikan Sumbawa Barat Tempat Transit
Orang nomor satu di daerah penghasil tembaga dan emas ini menekankan sejumlah hal penting bagi pejabat yang baru dilantik maupun ASN.
''Ada beberapa catatan penting dan ini harus jadi perhatian. Kita harus belajar dari pengalaman pengelolaan keuangan daerah tahun sebelumnya, ada hal-hal yang mestinya tidak perlu lagi terjadi, yaitu penempatan anggaran. Terutama belanja yang tidak sesuai pada tempatnya,'' jelasya.
Dia mencontohkan, belanja modal dicatat sebagai belanja operasional. Sebaliknya belanja operasional dicatat sebagai belanja modal. Ada pula belanja hibah dicatat sebagai belanja barang. ''Saya ingin ingatkan kepada pejabat, untuk mengenali tata kelola keuangan daerah dengan baik dan tepat. Di mana anggaran itu ditempatkan harus dikuasai dengan baik,'' katanya.
Baca Juga: Pemda Sumbawa Barat Siapkan Rp 16 Miliar untuk Renovasi Pasar Tana Mira
Amar mengingatkan, saat ini Pemda KSB sedang dalam tahap penyusunan dan persiapan pembahasan APBD Perubahan. Dia berharap, kesalahan dalam penempatan mata anggaran diperhatikan dengan baik. ''Jika tidak tepat, segera dicocokan sehingga tidak menjadi temuan,'' ingatnya.
Kesalahan dalam pencatatan belanja menurutnya akan berimbas pada banyak hal. Selain menjadi temuan, kesalahan tersebut juga berimbas kepada realisasi anggaran. ''Nanti laporan neracanya tidak tepat. Saya minta ini tidak kembali terulang,'' harapnya lagi.
Untuk mencegah hal tersebut tidak terulang, mantan Sekda KSB ini mengingatkan pentingnya kerja berjenjang. Dimulai dari Kasubag Program, kemudian dikoreksi Sekdis, berlanjut ke Kadis atau Kaban, dan terakhir di Bappeda dan BPKAD. ''Ini masih banyak temuannya. Tolong diperhatikan lagi,'' tegasnya.
Dia juga mengingatkan tentang pelaksanaan program daerah. Seperti pelaksanaan program Sumbawa Barat Maju. Jika masih ditemukan kelemahan segera dilakukan penyempurnaan. Hal ini menjadi sangat penting agar program yang dilaksanakan pemerintah ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat KSB.
''Terutama pemutahiran data kartu Sumbawa Barat Maju. Ini harus menjadi catatan penting. Contoh, bantuan kemiskinan ekstrim, ini datanya beberapa tahun lalu, saya minta segera lakukan pemutahiran data,'' ujarnya.
Amar meminta pejabat atau OPD teknis tidak menggampangkan terkait data. Apalagi ada kesan hanya ingin bekerja cepat, kemudian menggunakan data lama yang sama sekali belum dilakukan perbaikan dan pemutahiran. ''Kalau data salah, potensi salah sasarannya itu pasti terjadi. Otomatis programnya tidak bermanfaat dengan baik,'' tukasnya.
Amar juga menyingung terkait langkah lanjutan pemerintah tentang pelaksanaan program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. Program tahun kedua masa pemerintahannya dengan Wabup Hanipah ini baru menyasar tiga tiga hal utama, yaitu agribisnis sapi, pariwisata kerakyatan, dan industrialisasi ketenaga kerjaan. ''Ke depan masih banyak lagi yang harus kita lakukan. Termasuk pengembangan komoditas unggulan. Jadi saya ingatkan lagi kita harus benar-benar terkonsentrasi,'' harapnya.
Amar tidak menampik memasuki tahun kedua jabatanya terdapat banyak koreksi dan kritikan yang disampaikan kepada pemerintah. Dia menegaskan, setiap pejabat tidak boleh anti kritik. ''Kita ini bukan organisasi yang anti kritik, ada masukan dari luar untuk evaluasi, kita laksanakan. Kalau itu bagus, apa salahnya kita lakukan,'' ingatnya lagi.
Kontrol sosial dinilainya sangat penting. Nantinya akan menjadi pemicu semangat untuk terus melakukan perbaikan. Diapun berharap agar pejabat dapat menjalankan visi misi yang sudah ditetapkan daerah baik. ''Kerja bersama, kolaboratif, inovatif itu selalu saya ingatkan. Satu OPD tidak mungkin bisa jalan sendiri, kalau tidak ada kolaboratif,'' tambahnya.
Editor : Jelo Sangaji