Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek Strategis Sumbawa Barat Tembus Rp 221 Miliar, Dinas PUPR Kebagian Rp 166 Miliar

Jelo Sangaji • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:56 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan BLK oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli didampingi Bupati KSB Amar Nurmansyah, belum lama ini. 
Peletakan batu pertama pembangunan BLK oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli didampingi Bupati KSB Amar Nurmansyah, belum lama ini. 

 

LombokPost-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengalokasikan Proyek Strategis Daerah (PSD) tahun 2026 Rp 221,961 miliar. Dana ratusan miliar itu dialokasikan pemerintah melalui delapan OPD. 

PSD tahun ini termasuk pembangunan kantor DPRD KSB Rp 4 miliar lebih. Ada juga rekonstruksi jalan Udayana senilai Rp 8,6 miliar di Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano. 

PSD ini sesuai SK Bupati tahun 2026 tentang penetapan proyek strategis daerah KSB yang diperoleh melalui situs LPSE Sumbawa Barat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi OPD paling besar mengelola PSD tahun ini. Nilai PSD yang dialokasi untuk OPD ini mencapai Rp 166 miliar lebih.

“Totalnya PSD yang dikerjakan dinas PUPR tahun ini sebanyak 30 paket. Ada juga rekonstruksi jalan Udayana di Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano,” jelas Kadis PUPR KSB Armayadi dihubungi Lombok Post, Jumat (26/6). 

Dia optimis PSD yang dialokasikan Pemda KSB tahun ini diupayakan selesai tepat waktu. Untuk OPD yang dia pimpin mengerjakan beberapa proyek besar. “Kita usahakan semaksimal mungkin tuntas. Semoga tidak ada kendala dipelaksanaan dan proses lelang cepat tuntas,” harapnya. 

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Desa, Kasat Pol PP NTB Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Satlinmas di Sumbawa Barat

Diketahui, berdasarkan data LPSE Sumbawa Tahun 2026, Dinas PUPR mengerjakan  30 paket proyek dan dialokasikan melalui tiga bidang. Rinciannya 16 pekat proyek melalui Bidang Bina Marga.

Paket yang dikerjakan meliputi pembangunan jalan paket 4 (jalan balas-Pantai Lawar dan jalan SPJ Kemuning senilai Rp 39 miliar lebih. Pemeliharaan berkala jalan SJN Goa-Jelenga senilai Rp 4 miliar lebih. Penggantian jembatan Kokar Lian senilai Rp 1,8 miliar. Penggantian jembatan Lalar Liang 2 senilai Rp 1,4 miliar.

Kemudian, penggantian jembatan Benete senilai Rp 2,6 miliar lebih. Penggantian jembatan Kemuning senilai Rp 1,4 miliar. Rekonstruksi jalan SJN Seteluk-Taliwang (Sultan Syahril tahap II) senilai Rp 20 miliar lebih. Rekonstruksi jalan embung puja senilai Rp 7,9 miliar. 

Baca Juga: Petani Pengedar Sabu di Sumbawa Dicokok, Bandarnya Lolos

Rekonstruksi jalan paket I Jalan Sukarni I dan Jalan BNN senilai Rp 2,6 miliar. Rekonstruksi jalan SJK Jelenga-Ai Tawar senilai Rp 11,4 miliar. Rekonstruksi jalan Taliwang-Banjar senilai Rp 6,3 miliar. Rekonstruksi jalan Udayana desa Kokarlian senilai 8,6 miliar. Rekonstruksi jalan paket 2 Kelurahan Bugis dan Kelurahan Telaga Bertong senilai Rp 4,1 miliar. Rekonstruksi jalan paket 3 Kelurahan Menala, Kelurahan Sampir, Kelurahan Kuang senilai Rp 4,2 miliar. Rekonstruksi jalan SJK Pantai Lawar-Rinong senilai Rp 2,6 miliar dan pembangunan jembatan Tobang I senilai Rp 1,8 miliar lebih. 

 Bidang Sumber Daya Air, PSD tahun ini sebanyak enam paket. Antara lain, pembangunan pengendali banjir sungai Maluk senilai Rp 1,3 miliar. Pembangunan saluran pembuang pengendali banjir mata air Seteluk senilai Rp 970 juta.

Pembangunan kolam retensi senayan dan saluran pembuang Blaba Pamongo senilai Rp 1,8 miliar. Pembangunan saluran pembuang pengendali banjir Desa Seteluk Rea senilai Rp 1,8 miliar. Pembangunan saluran pembuang Orong Busir-Sungai Belaba Pamongo senilai Rp 744 juta dan pembangunan embung Omal Sapa senilai Rp 6,9 miliar. 

Bidang Cipta Karya terdapat delapan paket strategis. Antara lain pembangunan gedung kantor Balai Latihan Kerja (BLK) senilai Rp 19,3 miliar lebih. Pembangunan pusat sarana dan prasarana olahraga tahap II (lanjutan) senilai Rp 5,7 miliar. Peningkatan SPAM Desa Ai Kangkung Kecamatan Sekongkang senilai Rp 1,4 miliar. Pembangunan SPAM Dusun Jelenga Desa Beru, Jereweh senilai Rp 570 juta lebih. Peningkatan SPAM Lemar Lempo Desa Talonang senilai Rp 950 juta lebih. Peningkatan SPAM Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang senilai Rp 760 juta. Peningkatan SPAM Desa Tatar senilai Rp 760 juta dan peningkatan SPAM desa Ai Kangkung senilai Rp 1,4 miliar. 

Baca Juga: Bupati Sumbawa Barat Ajak Warga Terbuka saat Sensus Ekonomi

Dalam SK PSD juga terdapat sejumlah paket jumbo lain yang dialokasikan pemerintah. Dinas Perumahan dan Permukiman terdapat dua paket besar, yaitu pembangunan rumah layak huni senilai Rp 2,5 miliar lebih dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni senilai Rp 3 miliar. Dinas Kesehatan satu paket, yakni pembangunan Puskesmas Brang Rea senilai Rp 8 miliar. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga terdapat 26 paket. Sebagian besar paket ini digunakan untuk mendukung pariwisata kerakyatan. 

Sebanyak 26 paket itu antara lain pembangunan musolah (rest area tiu suntuk) senilai Rp 811 juta lebih. Pembangunan check point 1 (wisata kerakyatan 1 Brang Ene) senilai Rp 100 juta. Pembangunan check point 2 (wisata kerakyatan 1 Brang Ene senilai Rp 62 juta lebih. Pembangunan check point 3 (wisata kerakyatan 1 Brang Ene senilai Rp 161 juta lebih. Pembangunan check point 4 (wisata kerakyatan 1 Brang Ene) senilai Rp 67 juta. Pembangunan check point 5 (wisata kerakyatan 1 Brang Ene) senilai Rp 342 juta. Pembangunan gate jaga senilai Rp 42 juta. Pembangunan Amphitheater (rest area tiu suntuk) senilai Rp 904 juta. Pembangunan restoran, community area tiu suntuk dan bintang bano masing-masing senilai Rp 313 juta lebih. 

Ada juga pembangunan lapak UMKM di Rest Area Tiu Suntuk senilai Rp 1,1 miliar lebih. Pembangunan Rest Area Tiu Suntuk senilai Rp 182 juta dan sejumlah pembangunan fasilitas lainnya. 

Dinas Pertanian juga mendapat alokasi PSD tahun ini. Tercatat SKPD ini mendapat delapan paket pekerjaan dengan total nilai Rp 16 miliar lebih. Meliputi pengadaan pedet (klaster penggemukan sapi) senilai Rp 6 miliar. Pembangunan gudang padi senilai Rp 3,1 miliar. Pembangunan gudang benih padi senilai Rp 423 juta. Pembangunan lantai jemur mandiri benih senilai Rp 354 juta. Pembangunan gudang driyer senilai Rp 1,5 miliar. Belanja calon benih padi untuk mandiri benih padi senilai Rp 2,1 miliar. Pemeliharaan bangunan RPH-R Poto Tano senilai Rp 2 miliar lebih dan belanja air blaster freezer senilai Rp 665 juta. 

Untuk Dinas Perikanan, ada satu paket proyek berupa belanja modal rehabilitasi/tambak BBI senilai Rp 1,8 miliar. Terakhir Dinas Pendidikan Kebudayaan, ada tiga paket dengan total Rp 6,6 miliar yang dibagi dalam tiga pekerjaan. Rinciannya, belanja Bosda jenjang TK/RA senilai Rp 717 juta lebih, Belanja Bosda jenjang SD senilai Rp 4,1 miliar lebih, dan belanja Bosda jenjang SMP senilai Rp 1,8 miliar. (far/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#proyek strategis daerah #dinas pupr ksb #pemda KSB #Sumbawa Barat