Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes KSB Komitmen Pertahankan Predikat Daerah Bebas Pasung

Jelo Sangaji • Jumat, 17 Juli 2026 | 07:41 WIB
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) KSB Akhiruddin Juliadi (tengah) memimpin rakor lintas sektor guna mempersiapkan Assessment Bebas Pasung 2026, Kamis (16/7).
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) KSB Akhiruddin Juliadi (tengah) memimpin rakor lintas sektor guna mempersiapkan Assessment Bebas Pasung 2026, Kamis (16/7).

 

LombokPost-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mempersiapkan Assessment Bebas Pasung Tahun 2026.

Mereka mengadakan rapat koordinasi (rakor) lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) KSB Akhiruddin Juliadi, Kamis (16/7).

Akhiruddin mengatakan, pelayanan kesehatan jiwa merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019. "Salah satu indikatornya adalah terpenuhinya pelayanan kesehatan bagi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) berat secara berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: Aerosport KSB Sumbang Dua Emas Pertama di Porprov NTB 2026

Dia menegaskan, keberhasilan mempertahankan status KSB sebagai daerah bebas pasung tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga masyarakat.

"Prestasi bebas pasung yang telah diraih harus terus dipertahankan melalui pelayanan kesehatan jiwa yang semakin responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak ODGJ," jelas dia.

Menurutnya, assessment ini bukan sekadar penilaian administrasi, tetapi menjadi momentum untuk memastikan setiap ODGJ memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan berkesinambungan.

Baca Juga: Pilkades Serentak di 21 Desa, Bupati KSB Ingatkan Jaga Netralitas

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes KSB Aguslan Efendi menjelaskan, rapat ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen lintas sektor dalam menghadapi assessment bebas pasung.

"Penyelarasan instrumen penilaian, pemetaan data awal ODGJ yang berpotensi dipasung, hingga penyusunan jadwal dan rencana tindak lanjut," kata dia.

Aguslan mengungkapkan KSB mencatat nol kasus pasung selama tiga tahun berturut-turut pada periode 2021-2023 sehingga memperoleh penghargaan dari Dikes NTB. Pada periode 2024 hingga Juli 2025 sempat ditemukan satu kasus pasung, namun telah ditangani sesuai prosedur. Hingga 2026, tidak ada lagi laporan kasus pasung di wilayah tersebut.

"Kami berharap sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga KSB dapat mempertahankan predikat daerah bebas pasung, sekaligus memastikan setiap ODGJ memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkelanjutan," pungkasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
KSB dikes ksb bebas pasung Sumbawa Barat