Jejak Busur Yuri Hayashi, Pelatih Panahan KSB Asal Negeri Sakura: Aktor Utama di Balik Kemilaunya Prestasi Perpani Bumi Penghasil Emas

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:39 WIB
Yuri Hayashi (kiri), pelatih panahan KSB asal Jepang menjadi motor penyemangat Perpani KSB di Porprov NTB 2026. 
Yuri Hayashi (kiri), pelatih panahan KSB asal Jepang menjadi motor penyemangat Perpani KSB di Porprov NTB 2026. 

Nama Yuri Hayashi mendadak jadi perbincangan luas selama pertandingan Porprov NTB cabor Panahan yang berlangsung di lapangan Panagan KTC, Kota Taliwang. Pelatih profesional panahan asal negeri Jepang ini rela meninggalkan pekerjaannya untuk membantu pengembangan prestasi Panahan KSB.

---------

DI bawah terik matahari lapangan Panahan KTC, KSB, sorot mata Yuri Hayashi tampak teduh namun tetap fokus. Mengenakan jersey putih-hijau khas Perpani bertuliskan Yuri-sumbawa Barat serta topi hitam yang menutupi rambut merah nyentriknya, wanita asal Negeri Sakura ini tak pernah lelah. Berdiri tegak di pinggir lapangan, dia terus memberikan motivasi bagi atlet panahan KSB. 

Senyumnya sangat ramah, hampir tak pernah lepas dari dara cantik kelahiran prefektur Aichi, Jepang ini. Sesekali dia menyatukan dua jempolnya untuk menyuntikkan rasa percaya diri kepada para atlet KSB yang tengah berjuang memperebutkan medali Porprov. 

Perempuan 26 tahun ini merupakan salah satu pelatih tim cabor Panahan KSB. Pengalaman Yuri dalam olahraga busur ini bahkan berhasil mengangkat prestasi Perpani KSB. Terbukti, hingga saat ini, kontingen Panahan KSB berhasil meraih lima medali emas. Sementara, mereka masih bertengger sebagai pemuncak klasemen pertama. 

Ditemui Lombok Post di sela-sela mendampingi atletnya, Yuri dengan raut wajah malu-malu, bersedia menceritakan perjalan singkat dirinya, hingga tertarik menjadi salah satu pelatih bagi atlet KSB.

Baca Juga: Tambang Emas Seloto Diduga Ilegal, Pemda KSB Sebut Tak Berizin dan Langgar Tata Ruang

Kisahnya bermula saat pertemuan tanpa sengaja dengan sosok pemanah muda KSB, Muhammad Fauzan. Fauzan kala itu sedang menempuh pendidikan Magister (S2) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Yuri sendiri diketahui merupakan pelatih kepala utama Selabora yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY. ''Saat itu saya sering melihat Fauzan latihan. Saya perhatikan dengan baik dari dalam diri Fauzan ada kedisiplinan dan ketekunan yang kuat sebagai seorang atlet,'' katanya. 

Melihat kedisiplinan dan ketekunan Fauzan yang begitu rajin berlatih serta haus akan ilmu baru, hati Yuri tergerak. Rasa penasaran akan potensi tersembunyi para pemanah muda KSB melahirkan keputusan berani.

''Dari Fauzan saya dapat cerita banyak tentang atlet panahan KSB. Karena semangat yang sama, saya penasaran untuk datang ke KSB,'' katanya dalam bahasa Indonesia fasih. 

Rasa penasaran itu membawanya terbang menuju KSB. Yuri rela meninggalkan pekerjaannya untuk sementara demi membina  langsung atlet muda berbakat KSB. ''Setelah saya melihat langsung atlet KSB, mereka punya semangat yang kuat. Mereka tinggal bagaimana fokus dan konsisten menerapkan disiplin selama latihan,'' katanya lagi. 

Perbedaan kultur yang mencolok tidak menjadi penghalang. Yuri membuktikan diri bisa berbaur dengan karakter masyarakat KSB. 

Selama di arena kompetisi, kehadiran Yuri selalu membuat suasana terasa hidup. Dia membaur dengan  semua atlet. Yuri tak segan menghampiri para pemanah di garis tembak, memberikan instruksi teknik menarik busur, mengecek posisi tubuh hingga saling beradu kepalan tangan sebagai bentuk dukungan emosional.

Yuri mengaku betah berada di KSB. Di luar lapangan pahanan, Yuri mencoba membaur seperti warga biasa. 

Baca Juga: Pemilik Lahan Kembali Blokade Jalan Lamusung-Senayan KSB, Tuntut Ganti Rugi yang Menguntungkan

Dia juga mencoba berbagai makanan khas KSB. Bagi Yuri, bertugas di KSB membawa pengalaman kultural yang unik. ''Di sini terasa sangat panas. Tapi makananya enak-enak. Orang-orangnya juga ramah dan baik,'' ungkap Yuri sembari tertawa ceria.

Terlepas dari tantangan cuaca dan adaptasi kuliner, Yuri memendam optimisme besar. Dia meyakini bahwa dengan potensi, semangat belajar yang tinggi, serta kerja keras yang tak pernah putus, para pemanah muda mampu meraih masa depan yang cerah dan menggapai cita-cita tertinggi mereka.

''Keakraban tim di luar garis kompetisi, Yuri kerap tertawa lepas, bercanda, dan berjalan berdampingan bersama para atlet KSB. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami,'' jelas Ketua Perpani KSB Zainul Amri.

Baca Juga: Dewan Berang, Bantuan Alsintan Pemda KSB Kerap Jadi Temuan BPK

Amri juga menceritakan sehingga Yuri bisa bergabung bersama kontingen KSB. ''Yuri ini merupakan perwakilan JICA Indonesia. Pertemuannya dengan Muhammad Fauzan lah kemudian mengantarkanya ke Sumbawa Barat,'' paparnya. 

Untuk mendapatkan keahlian Yuri, Perpani KSB bergerak cepat. Mereka kemudian bersurat secara resmi, meminta agar perempuan Jepang itu bersedia bergabung dengan KSB.

''Prosesnya cukup lama. Tapi alhamdulillah, semuanya lancar. Kurang dari satu bulan setengah, Yuri akhirnya bergabung bersama KSB. Bahkan saat Pelatda persiapan Porprov, Yuri sudah di KSB,'' terangnya. 

Amri tak menampik, pengalaman atlet yang nyaris menembus tim nasional penahan Jepang itu, memberikan manfaat luar biasa bagi perkembangan atlet muda KSB. ''Di bawah asuhan Yuri, atlet muda KSB yang awalnya tidak ditargetkan meraih medali, malah sekarang menjadi tumpuan bagi perolehan medali untuk kontingen Sumbawa Barat,'' akunya. 

Amri mengaku, Yuri melihat ada semangat pantang menyerah serta bakat alamiah yang sangat menjanjikan dalam diri para pemanah muda KSB. ''Dengan bimbingan teknik yang tepat, disiplin, dan wadah pembinaan yang konsisten, Yuri optimis akan banyak lahir atlet panahan berprestasi,'' tambahnya. (Abdul Faruk)

 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
Yuri Hayashi perpani ksb panahan Sumbawa Barat jepang