LombokPost-Kepala BPOM Bima Azis Sanjaya mengapresiasi komitmen Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun budaya kebersamaan di tengah masyarakat melalui Inovasi forum Yasinan.
Forum ini diakuinya menjadi senjata ampuh untuk mensosialisasikan berbagai kegiatan pemerintah. Termasuk tentang keamanan pangan.
''Forum Yasinan Pemda KSB merupakan salah satu inovasi terbaik yang pernah saya lihat dan saksikan langsung. Masyarakat diberikan kesempatan bertanya secara langsung, pemerintah menjawab disertai solusi,'' katanya, Senin (27/7).
Baca Juga: Bupati Amar Luncurkan Tiga Program Beasiswa untuk Mahasiswa KSB
Azis berada di KSB untuk bersinergi mewujudkan kabupaten pangan aman. Dia diterima langsung Sekda Sumbawa Barat, Hairul Jibril. Dalam pertemuan, dia menyampaikan progres pengisian tools penilaian mandiri Kabupaten Kota Pangan Aman (KKPA) untuk KSB tahun 2026. Penilaian ini telah berlangsung sejak April dan akan berakhir pada Juli 2026.
Dalam penilaian Mandiri Kabupaten Sumbawa Barat untuk sementara masuk tiga besar Kabupaten/kota pangan aman di Provinsi NTB. KSB saat ini mencatat nilai 72,89.
''Sumbawa Barat hanya berada di bawah Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur. Tapi untuk Pulau Sumbawa, KSB tertinggi,'' jelasnya.
Di forum Yasinan, Pemda KSB juga membuka layanan publik kepada masyarakat untuk melakukan uji cepat atau rapid tes kandungan berbahaya terhadap sampel bahan pangan mulai dari Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), Pangan Segar Asal Hewan (PSAH), Pangan Segar Asal Ikan, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Pangan Olahan Siap Saji (POSS).
Baca Juga: Tambang Emas Seloto Diduga Ilegal, Pemda KSB Sebut Tak Berizin dan Langgar Tata Ruang
Selain uji cepat yang melibatkan Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, masyarakat dapat berkonsultasi secara langsung mengenai keamanan pangan.
Mereka akan memperoleh informasi tentang cara memilih dan mengolah pangan yang aman serta memahami pentingnya mengahasilkan produk pangan yang memenuhi standar kemanan dan mutu, serta layanan perijinan melalui OSS bagi UMKM.
''Kehadiran kami sebagai wujud komitmen dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat, memberi edukasi, sekaligus memperkuat budaya keamanan pangan di KSB,'' paparnya.
BPOM berkomitmen mendampingi proses penilaian lomba KKPA. Dia menyebut, untuk mencapai kategori sangat baik dibutuhkan nilai minimal 90. Secara nasional, kategori unggul menjadi yang tertinggi dengan nilai 100.
"Ini hanya diraih dua kabupaten/kota se Indonesia. Tapi untuk KSB masih yang tertinggi untuk Pulau Sumbawa. Progres ini sangat baik. Bahkan ada peningkatan nilai yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya,'' katanya lagi.
Azis berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus bersinergi mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut hingga proses penilaian nasional selesai.
Selain itu, dia juga memaparkan perkembangan SD Negeri 2 Jereweh yang saat ini mewakili NTB dalam lomba sekolah yang membudayakan keamanan pangan tingkat Nasional. ''Penilaian oleh tim juri telah selesai. Saat ini tinggal menunggu hasil akhir,'' ingatnya.
Baca Juga: Pemilik Lahan Kembali Blokade Jalan Lamusung-Senayan KSB, Tuntut Ganti Rugi yang Menguntungkan
Di sisi lain, kehadiran Balai POM Bima menyaksikan langsung forum ini sejalan dengan tujuan pelaksaan KKPA sendiri. Seperti melihat langsung peran aktif dan pelayanan prima pemda, kemandirian masyarakat, partisipasi aktif, daya saing produk.
Kolaborasi antara Pemda KSB dan BPOM dan seluruh pemangku kepentingan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Pangan Aman yang mampu melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan lokal.
''Tujuh tujuan pelaksaan KKPA ini semua tersampaikan dengan baik dalam satu forum yaitu Yasinan,'' tandasnya.
Diketahui, BPOM Pulau Sumbawa berkantor di Bima. Mereka memiliki wilayah kerja mulai dari Kabupaten Bima hingga KSB. Sebagai lembaga pengawas, Balai POM memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap obat, obat tradisional, jamu, suplemen kesehatan, kosmetik, serta pangan olahan guna menjamin keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.
Sekda KSB Hairul Jibril mengaku optimis KSB akan memperoleh nilai yang lebih tinggi serta bisa mencapai kategori sangat baik dalam lomba tersebut. ''Sekarang tinggal dibutuhkan komitmen dan sinergi yang kuat antar OPD pengampuh untuk memenuhi target tersebut,'' pintanya.
Baca Juga: Dewan Berang, Bantuan Alsintan Pemda KSB Kerap Jadi Temuan BPK
Pemda KSB juga secara khusus memanfaatkan kehadiran BPOM ini untuk mensosialisasikan pangan aman secara langsung ke masyarakat. Di hadapan ratusan warga yang hadir, Balai POM Bima juga menyampaikan sejumlah indikator dan hal penting untuk bisa meraih kategori sangat baik hingga unggul.
''Di forum Yasinan, kita berikan ruang secara khusus kepada BPOM untuk menyampaikan apa saja program mereka,'' tambahnya.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post