Penyertaan Modal Perumda Barinas Rp 7,4 Miliar Diduga Tak Sesuai NA

Jelo J • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:14 WIB
Kepala Bappeda KSB Suhadi.
Kepala Bappeda KSB Suhadi.

LombokPost-Pernyataan modal Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Rp 7,4 miliar melalui APBD 2026 kepada Perumda Barinas diduga melenceng dari hasil kajian yang tertuang dalam Naskah Akademik (NA). 

Dalam dokumen NA yang beredar disebutkan, penambahan penyertaan modal Perumda Barinas dapat dipilih skenario pesimis minimal 30 persen dari penyertaan modal daerah sampai saat ini atau sekitar Rp 2,5 miliar, skenario moderat sebesar setengah dari penyertaan modal daerah saat ini atau sekitar Rp 3,7 miliar. 

NA khusus penyertaan modal ke perusahaan milik daerah itu berbeda jauh dengan rekomendasi yang diberikan kepada tiga BUMD lain. Seperti PT Bank NTB Syariah, PT BPR NTB Syariah dan Jamkrida dengan skenario optimis. 

Baca Juga: Pemda KSB Klaim Dokumen Aset Jalan Lamusung-Senayan Lengkap, Dewan: Mana Sertifikatnya?

Kepala Bappeda KSB Suhadi menjelaskan, pemerintah sengaja mengalokasikan dana Rp 7,4 miliar karena yakin dan optimis dengan usaha yang akan dilaksanakan Perumda Barinas.

''Kebijakan mengambil angka tertinggi itu berdasarkan rencana pemda yang bisa dilakukan oleh Perumda. Kita mendorong mereka dapat berkecimpung, mendukung program pengemukan sapi di Sumbawa Barat,'' katanya dikonfirmasi Lombok Post, kemarin.

Stretegi pemerintah, lanjut dia, Perumda Barinas diharapkan menjadi motor penggerak dalam program penggemukan sapi yang saat ini sedang dilaksanakan Pemda KSB. ''Mereka diharapkan bisa menjadi tangan pertama, penampung sapi dari peternak,'' akunya. 

Baca Juga: Dokumen Aset Jalan Lamusung-Senayan Ternyata Belum Lengkap, DPRD KSB: Ini kan Parah!

Dulu, penggemukan sapi di KSB sepenuhnya masih dilakukan secara mandiri oleh peternak. Dengan pola ini, mareka akan mengeluarkan biaya tidak sedikit. Belum lagi, kualitas yang dihasilkan dikhawatirkan tidak sesuai kebutuhan pasar.

Sebab, salah satu target pasar yang ingin diambil adalah kebutuhan pasokan daging untuk karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). ''Kalau dulu dari peternak langsung ke pengelola RPH, kekhawatiran kita sapi yang dipelihara oleh peternak ini kualitasnya tidak memenuhi standar,'' sebutnya. 

Karena itu, pemerintah menyerahkan semua urusan ini kepada Perumda Barinas. ''Perumdalah yang akan menggemukan dan mencari pasar, baik ke AMMAN atau pihak ketiga lain,'' paparnya. 

Baca Juga: Pemkab KSB Siapkan Bonus Atlet Peraih Emas Porprov Rp 12,5 Juta, KONI Minta Ada Tambahan Apresiasi

Dia mengakui, NA yang dijadikan sebagai patokan dalam penyertaan modal sesuai perda yang merekomendasikan skenario pesimis. Namun Suhadi menegaskan, pemerintah memiliki pertimbangan sendiri, sehingga nilai pernyataan modal tersebut lebih besar dari angka yang direkomendasikan. ''Ada peluang lain, dapat membantu peternak. Kita bantu lewat itu, selain memang ini dari sisi bisnis yang akan dilakukan Perumda. Ini salah satu alasan kita,'' paparnya. 

Pemerintah mengakui, salah satu usaha yang akan dijalankan Perumda Barinas nanti adalah penggemukan sapi.

''Kita akan arahkan dan dorong ke situ. Misal, mereka mampu mengambil 1.000 ekor sapi, satu ekor rata-rata Rp 8 juta, itu bisa sampai Rp 8 miliar. Angka yang ada sekarang kan masih di bawah itu. Ini gambaran perhitungan kita,'' paparnya. 

Selain itu, ada juga rencana lain yang diproteksi untuk Perumda seperti peternakan ayam. Termasuk rencana pemerintah membangun RPH. Perumda pun didorong sebagai operator pengelola.

''Perumda nanti bisa mencari investor untuk peternakan ayam pedaging. Investor inilah yang bekerjasama dengan Perumda. Kita juga berharap itu bisa masuk ke AMMAN,'' harapnya. 

Baca Juga: Pemda KSB Habiskan Rp 47,4 Miliar untuk Penyertaan Modal Empat BUMD 

Dengan penyertaan modal yang cukup besar ini, Perumda diharapkan akan banyak terlibat dalam rencana investasi Pemda KSB. Apakah diperbolehkan sesuai aturan jika Perumda yang nota bene dimodali dana pemerintah mengambil program pemerintah seperti penggemukkan sapi, Suhadi kembali menegaskan, sebagai perusahaan daerah hal tersebut boleh saja.

''Sah-sah saja, sepanjang mereka mampu bersaing. Tapi tidak untuk semua program. Kenapa harus program sapi diambil perusda? Ya nanti bisa kita arahkan (intervensi) kawal secara langsung,'' paparnya lagi. 

Perumda juga akan difokuskan menyediakan beras ASN. ''Nanti kita dorong Perumda ini membuat devisi yang khusus menangangi berbagai jenis bisnis. Seperti divisi peternakan dan lain sebagainya,'' tegasnya. 

Dia berharap, dengan penyertaan modal besar, Perumda dapat membantu program Pemda dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat terutama peternak. ''Mau tidak mau Perumda harus siap dan nanti kita juga mendorong dibentuk tenaga ahli untuk mengaji semua bisnis yang akan dilaksanakan,'' janjinya. 

Baca Juga: Gegara Proyek Bendungan, Petani di KSB Tak Diizinkan Tanam, Dewan Meradang

Keuntungan lain dari penyertaan modal tersebut, tambahnya, masyarakat akan merasakan manfaat secara langsung dari sisi pemberdayaan. ''Seperti bisnis pengemukan sapi, sapi peternak itu bisa diambil Perumda. Kalau dari luarkan susah kita intervensi. Tapi tetap harus melalui kajian yang matang,'' tambahnya. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
perumda barinas penyertaan modal pemda KSB Sumbawa Barat