LombokPost-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menjalankan program mandiri benih lewat kartu Sumbawa Barat maju bidang pertanian.
‘’Agustus kemarin kita sudah mulai jalankan program mandiri benih padi. Program ini kita fokuskan di Desa Beru dan Sapugara,’’ jelas Kepala Dinas Pertanian KSB Jamilatun, Kamis (3/9).
Program tersebut akan melibatkan tujuh kelompok tani. Luas lahan yang akan digunakan untuk program tersebut sekitar 60 haktare dengan target calon benih yang dihasilkan 240 ton. Nantinya, calon benih itu akan diproses lagi menjadi 198 ton benih bersertifikat. ‘’Benih ini nantinya akan digunakan untuk petani di Sumbawa Barat,’’ katanya.
Baca Juga: Program KSB Maju Perumahan, Bupati Amar Minta Prioritas Bangun Rumah Warga Miskin Ekstrem
Dia menjelaskan, produksi 198 ton benih padi bersertifikat ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 59 persen benih padi dari total luas sawah se-KSB. ‘’Luasan Lahan Baku Sawah (LLBS) KSB saat ini 8.344,19 hektare dengan asumsi kebutuhan benih per satu hektare itu sekitar 40 kilogram,’’ paparnya.
Skema kerja sama dengan tujuh kelompok tani ini menggunakan sistem produksi. Menurutnya, kelompok tani yang menjadi mitra akan mendapat pendampingan langsung dari Dinas Pertanian, Penyuluh, dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) NTB.
‘’Nanti sistem produksinya ada target. Pendampingan oleh kita nanti mulai dari tanam sampai panen,’’ janjinya.
Jamilatun optimis program tersebut berjalan dengan baik. Sebab, tujuh kelompok tani ini sudah mendapat pelatihan khusus. Selain pelatihan, mereka juga akan mendapat pendampingan mulai dari hilir hingga hulu. ‘’Pelatihan sudah kita berikan. Kita harap dari pelatihan ini mereka menjadi lebih paham dan mengerti muara akhir dari program tersebut,’’ katanya lagi.
Baca Juga: Suami Sibuk Cari Nafkah, Istri di Sumbawa Asyik Bercumbu dengan Selingkuhan di Rumah
Mandiri benih yang dilaksanakan Dinas Pertanian ini merupakan salah satu program unggulan Bupati KSB Amar Nurmansyah melalui kartu Sumbawa Barat maju bidang pertanian. Termasuk program penggemukan sapi yang saat ini sedang dipusatkan di Kecamatan Brang Ene.
‘’Ini adalah ikhtiar yang sedang dibangun bupati KSB untuk mewujudkan Sumbawa Barat mandiri benih padi unggulan,’’ paparnya lagi.
Dinas Pertanian optimis program tersebut dapat berjalan baik. Mengingat, pemerintah sepenuhnya akan memberikan support kepada tujuh kelompok tani tersebut. Tak hanya itum Dinas Pertanian pun saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) pembentukan UPT Perbenihan dan Asintan. ‘’Raperbup ini masih kami susun dan godok lagi. Kehadiran UPT ini diharapkan dapat mengawal langsung kemandirian benih yang saat ini sedang kita laksanakan,’’ harapnya.
Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian KSB Syamsul Rizal menjelaskan, program Sumbawa Barat maju bidang pertanian tidak hanya mendorong peningkatan produksi pertanian. ‘’Bagaimana kita ke depannya membangun sistem penyediaan benih yang bersumber dari petani lokal,’’ harapnya.
Jika target produksi tercapai, lanjut dia, keberadaan penangkar benih di daerah diharapkan dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan benih padi petani KSB secara berkelanjutan.
Menurutnya, program mandiri benih menjadi salah satu langkah dalam aksi KSB Maju Luar Biasa klaster pertanian, dengan menempatkan kemandirian sarana produksi sebagai bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian daerah. ‘’Kita akan berupaya maksimal bagaimana program ini terealisasi dengan baik,’’ tambahnya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post