Tiga Orang Tewas, Enam Luka-Luka akibat Longsor Tambang Lantung Sumbawa

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 13:24 WIB
Warga dan petugas bersama-sama melakukan proses evakuasi korban bencana tanah longsor, di kawasan tambang rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, NTB, Sabtu (5/9) malam. (IST/LOMBOK POST)
Warga dan petugas bersama-sama melakukan proses evakuasi korban bencana tanah longsor, di kawasan tambang rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, NTB, Sabtu (5/9) malam. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Tanah longsor terjadi di kawasan tambang rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (5/9) sekitar pukul 22.00 WITA.

Material tanah dan batu dari atas gunung longsor saat aktivitas penambangan berlangsung dan menimpa para penambang yang berada di bawah. 

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengungkapkan, tiga orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. “Kami turut menyampaikan duka cita,” terangnya, Minggu (6/9).

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menyebar Ganggu Penerbangan

Selain itu, enam orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapat penanganan medis. Tiga korban meninggal dunia masing-masing Saifullah (58), warga Pelita Moyo Hilir; Imansyah (19), warga Pelita Moyo Hilir, dan Syarafuddin (44) warga Leweng. 

Sementara enam korban luka yakni Suryana (43) warga Langam. Novan Widianto (25) warga Labangka. Muslimin (47) warga Kakiang. Samsul (45) warga Lantung Sepukur.

Ada Jihan Ramdani (25) warga Lantung Sepukur. serta Farel (17) warga Pelita Moyo Hilir. Sementara itu, tiga korban, yakni Suryana, Novan Widianto, dan Muslimin, dilaporkan dirujuk.

Sedangkan Samsul dan Jihan Ramdani mengalami luka ringan, sementara Farel dilaporkan mengalami luka-luka. 

Sadimin mengatakan, aktivitas tambang rakyat di lokasi tersebut saat ini telah dihentikan. Penanganan dan pemantauan di lokasi dilakukan BPBD Kabupaten Sumbawa bersama unsur TNI/Polri, aparatur kecamatan dan desa, relawan, serta masyarakat setempat.

“BPBD Kabupaten Sumbawa berkoordinasi dengan desa, kecamatan, dan stakeholder terkait. Tim Reaksi Cepat juga menuju lokasi kejadian,” ujarnya.  

Baca Juga: Jaga Arus Kunjungan, Desa Adat Sade Diminta Tetap Masuk Paket Wisata

Selain melakukan penanganan, petugas melakukan pelaporan dan diseminasi informasi serta memantau perkembangan dampak bencana. Hingga laporan tersebut disampaikan, kebutuhan mendesak untuk penanganan bencana dinyatakan nihil. 

BPBD NTB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di tengah kondisi musim kemarau.

Berdasarkan informasi iklim September 2026, seluruh wilayah NTB berada pada periode musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino. 

Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi krisis air bersih. Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : BPBD NTB
tewas Longsor BPBD Sumbawa Tambang Rakyat