
LombokPost-Pemprov NTB segera menyiapkan pembangunan Museum Sade, sebagai salah satu upaya menjaga keberlanjutan kunjungan wisatawan ke Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pascakebakaran.
“Museum ini ditargetkan rampung sebelum gelaran MotoGP Mandalika,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia, Jumat (4/9).
Pembangunan Museum Sade menjadi bagian dari master plan penataan kembali kawasan Sade. Master plan tersebut saat ini tengah disusun Pemprov NTB bersama Asosiasi Arsitek Indonesia dan Universitas Mataram (Unram).
Baca Juga: Sade Bangkit, Warga Mulai Cicil Bangun Rumah Adat
Museum nantinya akan dibangun dalam skala kecil di kawasan Sade. Isinya akan menggambarkan tiga bagian penting perjalanan Sade, yakni kondisi sebelum kebakaran, proses terjadinya kebakaran, serta gambaran Sade ke depan.
Karenanya, Pemprov NTB mendorong pelaku usaha perjalanan wisata, diharapkan tidak menghilangkan Sade dari itinerary wisatawan yang berkunjung ke NTB.
Namun perlu dikemas dengan storytelling yang menjelaskan sejarah, kehidupan masyarakat, hingga kondisi Sade setelah kebakaran.
“Jadi Sade tetap bisa menjadi sebuah destinasi kunjungan, karena itu kita harapkan itu jangan dihilangkan dari paket, tapi harus ada storytelling-nya,” tegasnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat Sade yang selama ini, menampilkan atraksi budaya dan kesenian, sehingga bisa membangkitkan keberadaan pemandu wisata.
Ini juga menjadi upaya Pemprov NTB ingin mempertahankan arus kunjungan wisatawan ke Desa Adat Sade.
Aulia menyebut, sebelum kebakaran, kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut bisa mencapai sekitar 1.000 orang per hari. “Kita tidak ingin jumlahnya berturun drastis,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




