Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jaga Arus Kunjungan, Desa Adat Sade Diminta Tetap Masuk Paket Wisata

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
PULIH LEBIH CEPAT: Prosesi Nyemulak atau tanjek teken menandai dimulainya tahapan pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Kamis (3/9). (DEWI/LOMBOK POST)
PULIH LEBIH CEPAT: Prosesi Nyemulak atau tanjek teken menandai dimulainya tahapan pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Kamis (3/9). (DEWI/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Pemprov NTB segera menyiapkan pembangunan Museum Sade, sebagai salah satu upaya menjaga keberlanjutan kunjungan wisatawan ke Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pascakebakaran.

“Museum ini ditargetkan rampung sebelum gelaran MotoGP Mandalika,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia, Jumat (4/9).

Pembangunan Museum Sade menjadi bagian dari master plan penataan kembali kawasan Sade. Master plan tersebut saat ini tengah disusun Pemprov NTB bersama Asosiasi Arsitek Indonesia dan Universitas Mataram (Unram). 

Museum nantinya akan dibangun dalam skala kecil di kawasan Sade. Isinya akan menggambarkan tiga bagian penting perjalanan Sade, yakni kondisi sebelum kebakaran, proses terjadinya kebakaran, serta gambaran Sade ke depan. 

Karenanya, Pemprov NTB mendorong pelaku usaha perjalanan wisata, diharapkan tidak menghilangkan Sade dari itinerary wisatawan yang berkunjung ke NTB.

Advertisement

Namun perlu dikemas dengan storytelling yang menjelaskan sejarah, kehidupan masyarakat, hingga kondisi Sade setelah kebakaran. 

“Jadi Sade tetap bisa menjadi sebuah destinasi kunjungan, karena itu kita harapkan itu jangan dihilangkan dari paket, tapi harus ada storytelling-nya,” tegasnya. 

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat Sade yang selama ini, menampilkan atraksi budaya dan kesenian, sehingga bisa membangkitkan keberadaan pemandu wisata.

Ini juga menjadi upaya Pemprov NTB ingin mempertahankan arus kunjungan wisatawan ke Desa Adat Sade.

Aulia menyebut, sebelum kebakaran, kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut bisa mencapai sekitar 1.000 orang per hari. “Kita tidak ingin jumlahnya berturun drastis,” ujarnya.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tradisi Nyemulak, Sade Bangkit Menjaga Warisan Sasak

Tradisi Nyemulak, Sade Bangkit Menjaga Warisan Sasak

Tradisi Nyemulak menandai dimulainya rekonstruksi Desa Adat Sade pascakebakaran untuk menghidupkan kembali warisan budaya Sasak.

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong percepatan penetapan Desa Wisata Sade sebagai desa adat sekaligus cagar budaya.

Pemprov NTB Ucapkan Terima Kasih, Dukungan Pembangunan ke Sade Pascakebakaran

Pemprov NTB Ucapkan Terima Kasih, Dukungan Pembangunan ke Sade Pascakebakaran

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal) menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan besarnya dukungan dari masyarakat luas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer