Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sade Bangkit, Warga Mulai Cicil Bangun Rumah Adat

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Para pria bergotong royong mendirikan tiang rumah adat Bale Toak di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, Kamis (3/9).
Para pria bergotong royong mendirikan tiang rumah adat Bale Toak di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, Kamis (3/9).

Advertisement

 

LombokPost - Pemulihan Dusun Sade mulai bergerak setelah kebakaran, ditopang bantuan Rp 1 miliar dari The Dudas Minus One dan percepatan pembangunan museum oleh pemerintah. Bantuan Rp 10 juta per kepala keluarga diprioritaskan untuk membeli material rumah, sementara museum disiapkan untuk menjaga sejarah dan aktivitas warga selama rekonstruksi.

Nelem, salah seorang warga Sade, bercerita bahwa warga harus memutar otak agar dana itu cukup. Rencana awal menggunakan kayu ulin terpaksa diganti dengan kayu akasia yang harganya jauh lebih terjangkau.

Advertisement

“Kalau kebutuhan sehari-hari sudah ada bantuan logistik. Uang ini dipakai beli kayu. Harusnya pakai kayu ulin, tapi mahal sekali Rp 13 juta per tiang. Jadi diganti pakai kayu akasia,” tutur Nelem kepada Lombok Post, Jumat (4/9).

Untuk membangun satu unit rumah adat tipe Bale Toak, dibutuhkan setidaknya 13 tiang kayu. Meski belum menutup seluruh biaya, bantuan ini sangat berarti untuk mencicil tiang dan atap alang-alang.

Advertisement

“Kita cicil dulu bangun tiang rumahnya,” singkatnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah bergerak cepat dengan memprioritaskan pembangunan museum sebelum memugar seluruh tempat tinggal warga. Langkah ini diambil guna menyelamatkan identitas, cerita, serta nilai sejarah Desa Wisata Sade agar tidak terputus akibat bencana.

Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri menegaskan, museum ini dirancang sebagai pusat memori kolektif yang mendokumentasikan setiap detail kehidupan masyarakat adat Sade.

“Pemerintah secepatnya membangun museum supaya story-nya tidak hilang. Dari musibah kebakaran ini, kita diingatkan bahwa perpaduan antara nilai zaman dulu dan zaman sekarang itu penting,” ujar Pathul.

Pemkab Loteng juga menggandeng akademisi Universitas Mataram (Unram) untuk merancang sistem keamanan modern, seperti jaringan listrik bawah tanah dan water mist village (penyemprotan air otomatis) guna mencegah kebakaran di masa depan. Selain itu, pemulihan ekonomi warga, khususnya para pengrajin tenun, turut dibantu lewat permodalan dari pusat melalui Bank BTN.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Museum NTB Menenun Kembali Jiwa Sade yang Sempat Terbakar

Museum NTB Menenun Kembali Jiwa Sade yang Sempat Terbakar

Museum Negeri NTB tengah bergerak cepat mematangkan konsep tata ruang dan tata pamer bagi pembentukan Museum Desa Adat Sade.

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong percepatan penetapan Desa Wisata Sade sebagai desa adat sekaligus cagar budaya.

Wamen PKP Sebut Rekonstruksi Sade Jangan Asal Jadi

Wamen PKP Sebut Rekonstruksi Sade Jangan Asal Jadi

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah menegaskan, proses rekonstruksi Sade jangan asal jadi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer