LombokPost-Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan bantuan pembangunan 400 unit rumah untuk masyarakat miskin. Program tersebut mencakup pembangunan rumah baru (PB) dan peningkatan kualitas (PK).
''Program ini masuk dalam kartu Sumbawa Barat maju bidang perumahan. Tahun 2026 ini, ada 400 unit yang akan kita tangani,'' kata Kadis Perkim KSB Novrizal Zain Syah, Senin (7/9).
Dia menjelaskan, program itu nantinya akan difokuskan kepada masyarakat yang masuk dalam ketegori desil 1 dan desil 2 atau masyarakat miskin ekstrem serta berpenghasilan rendah. ''Penerima bantuan itu kita lihat berdasarkan kategorinya. Prioritas utama kita bagi masyarakat miskin ekstrem dan berpengasilan rendah yang belum memiliki rumah maupun rumah tidak layak huni,'' jelasnya.
Pemda KSB di bawah kendali Bupati Amar Nurmansyah mengalokasikan anggaran cukup besar. Novrizal menyebutkan, 400 unit rumah ini dialokasikan pemerintah dalam dua tahap. Yakni dari kantong APBD murni dan APBD perubahan.
''Untuk APBD murninya 50 unit rumah pembangunan baru dan 100 unit untuk peningkatan kualitas. Sementara di APBD perubahan kita mengalokasikan 250 unit lagi khusus bangun baru,'' paparnya.
Baca Juga: Program KSB Maju Perumahan, Bupati Amar Minta Prioritas Bangun Rumah Warga Miskin Ekstrem
Penyedian perumahan yang layak bagi masyarakat KSB tidak hanya mengandalkan APBD Sumbawa Barat. Novrizal mengungkapkan, Pemda KSB juga mendapat bantuan dari APBN melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bersumber dari Kementerian Perumahan dan Permukiman.
''Kita juga melakukan pendekatan dan lobi dengan pemerintah pusat. Tahun ini kita dapat sekitar 600 unit rumah. Kalau dijumlah dari APBD dan BSPS pusat itu sekitar 1.000 unit,'' paparnya lagi.
Novrizal menegaskan, program Sumbawa Barat maju bidang perumahan ini hanya akan diberikan kepada masyarakat yang masuk kategori yang sudah ditentukan pemerintah. Karenanya, pendataan dan validasi lebih lanjut terhadap calon penerima ini masih terus dilakukan pemerintah.
''Sosialisasi untuk program ini sudah kita lakukan. Termasuk verifikasi lebih lanjut juga kita laksanakan. Hal ini semata-mata untuk memastikan penerima bantuan tersebut tepat sasaran,'' janjinya.
Dia menambahkan, pola pelaksanaan program kartu Sumbawa Barat maju bidang perumahan menggunakan cara yang lebih efektif dan transparan. Nantinya dana bantuan akan ditransfer (disalurkan) pemerintah ke rekening penerima bantuan. ''Nanti pelaksanaan di lapangan tetap melibatkan agen gotong royong (AGR) yang sudah ada. Ini juga sudah kita sosialisasikan, agar nanti tidak ada kesalah pahaman antara masyarakat penerima dengan AGR di lapangan,'' katanya.
Dia berharap, AGR menjadi motor penggerak utama dalam program ini. Tak hanya itu, AGR juga menjadi mata dan tangan pemerintah untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya. ''Ya swadaya dari penerima bantuan juga perlu. Termasuk masyarakat dan warga sekitar,'' tambahnya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post