Bupati Sumbawa Ajak Seluruh Pihak Antisipasi Karhutla Meluas

Jelo J • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 08:55 WIB
Personel Subden 3 Detasemen Gegana Satuan Brimob berusaha memadamkan api di lahan Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/9).
Personel Subden 3 Detasemen Gegana Satuan Brimob berusaha memadamkan api di lahan Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/9).

LombokPost-Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri hingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan.

“Semua pihak harus bersama-sama mengantisipasi agar kebakaran tidak merambat ke kawasan permukiman warga maupun lahan produktif yang dapat merugikan masyarakat,” kata Bupati Jarot, Kamis (17/9).

Atensi tersebut menyusul terjadinya kebakaran lahan di Jalan Sumbawa–Moyo Kilometer 6, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/9). Dalam penanganannya, personel Subden 3 Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda NTB diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan melokalisasi titik api.

Baca Juga: Penggerebekan Pelaku Narkoba di Sumbawa Ricuh, Polisi Kena Sabetan Sajam, Pelaku Ditembak

Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol Nadi Chaidir mengatakan, respons cepat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas. “Begitu menerima informasi adanya titik api, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan melokalisasi api agar tidak meluas,” ujar Nadi.

Menurutnya, kesiapsiagaan personel di lapangan diperlukan untuk meminimalisasi dampak kebakaran, termasuk mencegah api menjalar ke permukiman maupun mengganggu akses lalu lintas utama. “Ketepatan dan kesiapsiagaan dalam penanganan di lapangan menjadi kunci untuk meminimalisir dampak kebakaran lahan,” katanya.

Selain di Kabupaten Sumbawa, personel Brimob Polda NTB juga menangani kebakaran lahan di jalur menuju Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (16/9).

Kebakaran terjadi di area pinggir jalan yang dipenuhi rumput dan rumpun bambu kering. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang menyebabkan api cepat menjalar sehingga membutuhkan penanganan segera.

Personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor Brimob Polda NTB bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar). Dalam operasi tersebut, Brimob juga mengerahkan Mobil Rantis Water Cannon untuk membantu proses pembasahan dan pengendalian api.

“Kami juga menerjunkan sarana pendukung berupa Mobil Rantis Water Cannon untuk membantu proses pemadaman,” ujar Kombes Nadi.

Dia menjelaskan, kondisi lahan yang dipenuhi vegetasi kering membuat penanganan harus dilakukan secara cepat dan terukur.

“Fokus kita adalah mengendalikan titik api dan mencegah kobaran menjalar ke area lain. Personel di lapangan bersama petugas Damkar terus melakukan pemadaman sampai kondisi benar-benar terkendali,” jelasnya.

Nadi menegaskan, kehadiran Brimob dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

“Kehadiran personel Brimob merupakan bentuk respons dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, keselamatan masyarakat dan pencegahan agar api tidak mengganggu aktivitas warga menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi, kebakaran di kedua lokasi berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke kawasan yang lebih luas maupun mengganggu aktivitas masyarakat.

Brimob Polda NTB juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim kemarau, terutama ketika cuaca panas dan angin cukup kencang. “Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani sedini mungkin,” pungkas Nadi. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
kebakaran lahan karhutla Sumbawa