LombokPost-Pada malam tanggal 20 Mei 1998, di rumah Pak Soeharto di Jalan Cendana, Yusril Ihza Mahendra menyiapkan naskah pidato pengunduran diri Pak Soeharto.
Hal itu dia sampaikan melalui unggahan Instagram miliknya.
"Setelah ditandatangani, saya dari rumah Pak Harto berangkat ke Istana Negara pukul 05.30 WIB," kenang sang profesor.
Masih segar dalam ingatan ketua umum PBB itu, Reformasi 1998, yang mendorong Presiden Soeharto untuk berhenti dari jabatannya.
"Pak Harto digantikan Pak BJ Habibie dalam upacara sangat singkat di Istana Merdeka tanggal 21 Mei 1998," ujarnya lagi.
Sebagai staf Sekretariat Negara pada waktu itu, dia menerangkan telah dipercaya untuk menulis naskah-naskah pidato presiden selama Soeharto menjabat.
"Setelah Pak Habibie menjadi presiden, hubungan kami jadi sangat dekat," jelasnya.
Habibie lanjutnya memperlakukan dia sama seperti Pak Harto.
"Karena usia saya masih sangat muda, saya diperlakukan seperti anak, bukan diperlakukan sebagai Staf Sekretariat Negara atau Staf Kepresidenan," tutupnya. (hiu)
Editor : Prihadi Zoldic