SELONG-Kematian Nisa Sapitri, murid kelas 6 SDN 2 Lendang Nangka mengundang banyak tanda tanya. Tak hanya dari orang tua, teman-teman sekolah, masyarakat, dan guru di sekolahnya pun dihantui tanda tanya.
Lalu Mugni, guru kelas 6 SDN 2 Lendang Nangka mengatakan tak pernah ada persoalan yang terlihat dari Nisa. "Sebab jika sebelumnya terlihat murung atau tiba-tiba jadi pendiam selama di sekolah, ia pasti kami tanyakan dan beri bimbingan," terang Mugni kepada Lombok Post.
Kata Mugni, teman-teman kelas Nisa selalu senang padanya. Karena ia merupakan sosok yang tidak sedikit bicara dan suka membuat tawa. "Ceplas-ceplos ngomongnya," kenang Mugni.
Keceriaan Nisa justru membuat tanda tanya. Kepala Sekolah SDN 2 Lendang Nangka Bq Hilmiah juga mengutarakan hal yang senada. Ia menerangkan, teman-teman kelas Nisa menangis bersama. Semua tak ada yang menyangka, kejadian nahas tersebut bakal menimpa putri bapak Hairudin tersebut.
Di luar keterkagetan itu, Hilmiah juga menaruh tanda tanya tentang bagaimana Nisa bisa meninggal dengan menggantung diri di bambu yang tak terlalu tinggi. "Saya lihat memang bawah sekali tempat bambu itu. Kalau digantung, kakinya pasti sampai ke lantai. Tapi ini tugas pihak yang berwajib," jelasnya.
Nisa Sapitri ditemukan ayahnya sendiri tak bernyawa pada Rabu (31/7) siang lalu. Setelah di puskesmas dinyatakan tak ada tanda-tanda kekerasan fisik atau pun seksual, orang tua tidak ingin melanjutkan pemeriksaan dengan mengotopsi jenazahnya. Nisa Sapitri telah dimakamkan pada Kamis (1/8) pagi. "Kami sudah menerima kejadian ini sebagai musibah," kata Hairudin, ayah Nisa Sapitri. (tih/r5)
Editor : Administrator