Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur
Hal baru yang anda temui saat memasuki gang RT 30, Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong tidak hanya adanya portal. Tapi juga taman mini di sepanjang jalan. Pot-pot bunga yang terbuat dari plastik bekas berjejer rapi. Warna-warni keindahan membuat pemandangan jadi asri.
“Sudah lama kami berkinginan membuat kampung ini menjadi kampung hijau,” kata tokoh pemuda lingkungan bermi M Syarifudin.
Tapi keinginan tersebut justru berjalan di tengah mewabahnya virus korona di Lotim. Kata Syarifudin, itulah salah satu upaya yang dilakukan warga setelah memahami pentingnya menjaga kebersihan guna menangkal penyebaran Covid-19. “Pucuk dicinta wulampun tiba. Dari RT 30 ini kami memulainya,” jelas Syarif.
Para remaja dan pemuda di Bermi merasa penting untuk mengajak warga membersihkan lingkungan. Tapi tidak hanya itu, bersih saja tidak cukup. Bersih membutuhkan sesuatu agar warga dengan senang hati menjaga kebersihan itu. Atau malu untuk membuang sampah sembarangan. “Dengan adanya taman di sepanjang jalan ini, warga jadi berpikir dua kali membuang sampah,” jelasnya.
Beberapa hari sebelumnya, bersama relawan Covid-19, pemuda dan warga lingkungan Bermi bersama-sama menyemprotkan cairan disinfektan. Semua disusuri untuk disemprot. Nah, di saat itu juga muncul ide untuk menambah adanya pot-pot bunga di pinggir jalan.
Kata Syarif, kalau sudah mulai satu, warga lainnya juga ingin melakukan hal yang sama. Ke depan, ia berharap tidak hanya RT 30 yang memanjakan mata warga. Tapi juga RT lainnya. Mengenai siapa yang membuat pot dan membeli bunga, Syarif mengatakan semua dari warga.
Kebersihan lingkungan menurutnya memiliki banyak manfaat. Mata yang memandang kebersihan dan keindahan lingkungan akan merasa tenang. Jika tenang maka akan senang. Imunitas pun bisa bertambah. “Semoga ini bisa menjadi musuh si korona itu,” harapnya sembari bercanda. (r5)
Editor : Administrator