Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

"Menara Eiffel"di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Administrator • Minggu, 20 September 2020 | 23:03 WIB
MENARA EIFFEL: Sejumlah pengunjung menikmati keindahan salah satu spot foto favorit yang ada di destinasi wisata Denda Seruni, Pringgabaya, Lombok Timur.
MENARA EIFFEL: Sejumlah pengunjung menikmati keindahan salah satu spot foto favorit yang ada di destinasi wisata Denda Seruni, Pringgabaya, Lombok Timur.
SELONG-Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

“Sekarang ada tambahan spot foto lagi. Karena terbuat dari bambu, namanya menara ampel,” kata Ketua BUMDes Mandiri Sejahtera Desa Seruni Mumbul Zainul Wardi saat dihubungi Lombok Post, kemarin (18/9).

Menara ampel tersebut merupakan replika menara Eiffel yang tersohor di Prancis. Kata Zainul, pengerjaan menara ampel dilakukan selama pandemi Covid-19. Sepinya wisatawan dijadikan kesempatan untuk membangun spot foto baru.

Sebenarnya, tanpa menara ampel, wisata dende seruni tetap ramai dikunjungi. Wahana yang disediakan sudah cukup beragam. Mulai dari ayunan, balon udara, dan berbagai wahana unik lainnya. “Bulan kemarin pengelola mendapatkan Rp 40 juta,” jelasnya.

Wisata Denda Seruni sendiri mulai dibangun dengan anggaran dana desa (DD) Rp 660 juta pada 2018 lalu. Anggaran tersebut dibantu pemerintah provinsi dan pusat Rp 150 juta.

Tahun ini, pemerintah desa melalui BUMDes kembali menganggarkan pembangunan spot baru Rp 40 juta. Besarnya anggaran tidak sia-sia. Kata Zainul, penghasilan per bulan dengan target Rp 30 juta selalu tercapai.

Kepala Desa Seruni Mumbul Tajuddin menerangkan ide membangun wisata alam di tengah muara tersebut berawal dari keinginan memberdayakan potensi desa. Di mana, muara itu dulunya menjadi tempat menumpuknya sampah. "Memang ini sudah lama kami rencanakan," kata Tajuddin.

Selain meningkatkan PADes, wisata alam Denda Seruni juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dari pemuda desa. Selama ini pembangunan dilakukan bersama-sama dengan komunitas pemuda desa. Karena nantinya, pemdes berharap bisa terus mengembangkan destinasi wisata tersebut.

"Saat ini sudah ada unit pengelola khususnya juga,” terangnya. (tih/r5) Editor : Administrator
#Lombok Timur #Denda Seruni