Hal itu berupa pembangunan 53 unit rumah warga yang akan direlokasi di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, dan pembuatan sumur bor di 25 titik. “Anggaran untuk 53 unit rumah sebesar Rp 2,650 miliar. Sedangkan sumur bor Rp 2,5 miliar dengan alokasi Rp 100 juta per satu sumur bor,” kata Sukiman pada awak media usai menggelar rapat koordinasi pelaksanaan TMMD 2022 di Makodim 1615, kemarin (16/12).
Sukiman menerangkan, kebutuhan pemda adalah memindahkan sejumlah penduduk Ekas yang bermukim di pinggir pantai ke lokasi relokasi yang sudah disiapkan. Atas kebutuhan tersebut, pemkab membutuhkan sebanyak 63 unit rumah sesuai jumlah KK yang akan direlokasi. Kata Sukiman, 11 rumah sudah dibangun dan tersisa tinggal 53 unit. Tujuannya, pantai bisa ditata dengan baik, dan masyarakat mendapat hunian baru yang layak.
Pertimbangan memilih melaksanakan pembangunan rumah relokasi tersebut melalui pelaksanaan TMMD dirasa lebih efektif dari pada pihak ketiga atau rekanan. Kata Sukiman, dengan Rp 50 juta per satu unit rumah, rekanan besar kemungkinan tidak akan bisa memberikan hunian permanen yang layak untuk masyarakat.
Namun dengan TMMD, Sukiman meyakini akan mendapat kualitas yang terbaik. “Karena tidak ada unsur laba di situ. Hanya pengabdian rekan-rekan kita TNI ini,” terang Sukiman.
Selain kualitas, jangka waktu pengerjaan juga dinilai akan lebih cepat dari pada menggunakan rekanan. Sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut dapat terlaksana sesuai target yang telah ditentukan.
Sukiman juga menegaskan, RTLH yang dikerjakan oleh Dinas Perkim Lotim bisa saja dikerjakan oleh TNI. “Nanti kita lihat, kalau TMMD berhasil dengan baik, kualitasnya sempurna, ya kenapa tidak RTLH juga bisa dikerjakan oleh masing-masing koramil,” jelasnya.
Komandan Kodim 1615 Letkol Inf Amin M Said menerangkan, TMMD 2022 akan mulai dilakukan pada Januari sampai Maret 2022. Menurutnya, dari nilai Rp 5,15 miliar, tanggung jawab yang diberikan pada TNI juga besar.
Untuk itu, pihaknya sudah menyusun strategi pembangunan rumah dengan anggaran Rp 50 juta per unit. Begitu juga dengan 25 titik sumur bor pompa hidram. Pihaknya optimis dapat mengejar target sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan.
Menurutnya, pimpinan daerah mempercayakan TMMD atas dasar analisa yang holistik. Tidak hanya di Kodim 1615 Lotim, tapi juga kinerja TNI dalam menjalin sinergitas dengan pemerintah dalam pembangunan daerah. (tih/r5) Editor : Administrator