Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Lotim: Gak Perlu Beli Spandek Keluar, Ada Pabrik Logam Kotaraja

Baiq Farida • Selasa, 4 Januari 2022 | 15:06 WIB
SIAPKAN MESIN: Beberapa pekerja pabrik melakukan pengecekan mesin pengolahan porang di Sekotong, beberapa hari lalu.(DISPERIN NTB FOR LOMBOK POST)
SIAPKAN MESIN: Beberapa pekerja pabrik melakukan pengecekan mesin pengolahan porang di Sekotong, beberapa hari lalu.(DISPERIN NTB FOR LOMBOK POST)
SELONG—Lombok Timur (Lobar) kini memiliki pabrik spandek di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Logam Kotaraja di Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur. Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, Senin (3/1/2022) kemarin meninjau sekaligus meresmikannya.

“Kita tidak lagi membeli spandek di luar. UPT Logam Kotaraja sudah mampu memproduksinya," kata Sukiman.

Menurut orang nomor satu di Lotim ini, selain mendatangkan PAD yang lebih besar, industri ini diharapkan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Diharapkan juga dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak terutama di sektor pembangunan.

Kata Sukiman, untuk mengembangkan pabrik spandek tersebut, ia berharap pada seluruh OPD, rekanan, dan masyarakat luas agar memanfaatkan spandek yang diproduksi UPT Logam Kotaraja dalam setiap pembangunan.

Selain itu, kehadiran UPT Logam Kotaraja diharapkan menjadi pusat industrialisasi usaha logam di Lotim. Bahkan NTB. Untuk itu, industri tersebut dapat berkembang lebih jauh dan mampu menghasilkan produk yang tidak kalah saing dengan pabrik besar lainnya di Indonesia.

Di sisi lain, Sukiman juga berharap agar UPT Logam Kotaraja dapat terus meningkatkan hasil produksi. Mengenai bantuan modal, ia berharap pihak perbankan memberikan permodalan jika dibutuhkan.

"Produknya ada, hasilnya jelas. Tidak ada alasan bagi perbankan untuk menolak memberikan bantuan modal dalam mengembangkan industri kita ini," ujarnya.

Sekretaris Dinas Perindustrian Lotim L Alwan Wijaya mengatakan, mesin produksi spandek dan Kanal C beserta fasilitas lainnya didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 dengan nilai Rp 3,6 miliar. UPT Logam Kotaraja diyakini bisa berbuat banyak. Apalagi melihat SDM yang dimiliki saat ini.

Kata Alwan, dengan adanya peralatan dan SDM yang mumpuni, UPT Logam Kotaraja sudah mampu bersaing ke tingkat yang lebih atas. “Ini merupakan salah satu wujud gebrakan kita di OPD yang masih baru ini," kata Alwan.

Dinas Perindustrian Lotim juga tengah mempersiapkan rencana pembangunan pabrik Porang di Kecamatan Pringgabaya dengan nilai Rp 10 miliar. “DED-nya sudah oke,” tambahnya. (tih/r5)

  Editor : Baiq Farida
#Pabrik Spandek #UPT Logam Kotaraja #Lombok Timur