“Alhamdulillah operasi yang dimulai pukul 10.00 WIB telah selesai pukul 16.00 WIB,” kata Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong dr M Tantowi Jauhari yang memantau operasi di Surabaya.
Dari ruang operasi, balita milik pasangan Jupri dan Husniati warga Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, itu kemudian dipindah ke ruang ICU. Di ruangan itu Anaya dan Inaya akan menjalani masa pemulihan pascaoperasi selama kurang lebih tujuh hari.
Pascaoperasi pemisahan, kedua balita tersebut dalam kondisi baik. Tim operasi kembar siam RSUD Dr Soetomo Surabaya melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Tantowi secara pribadi bersama tim dari RSUD dr Raden Soedjono Selong mengapresiasi kinerja tersebut.
Acungan jempol juga diberikan Bupati Lotim HM Sukiman Azmy yang melihat langsung proses operasi di RSUD Soetomo. Pemkab Lotim sendiri telah berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya operasi dan pascaoperasi Anaya dan Inaya. “Itu sudah tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani bupati Lotim dan direktur RSUD Dr Soetomo sebelum operasi,” jelas Tantowi.
Sebelumnya dijelaskan, biaya operasi Anaya dan Inaya diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Adapun anggaran tersebut sepenuhnya ditanggung Pemkab Lotim. Adapun dana yang terkumpul melalui yayasan sosial akan diberikan untuk keluarga Anaya dan Inaya sebagai bekalnya di hari mendatang.
Husniati, orang tua Anaya dan Inaya mengabarkan kegembiraannya mendengar kabar operasi yang sukses. Ia mengatakan, kendati harus berada di ruang isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19 bersama suaminya Jupri, ia bisa melihat proses operasi melalui zoom meeting. “Alhamdulillah berkat bantuan dan doa semua pihak. Saya ucapkan terima kasih yang mendalam,” kata Husniati melalui sambungan telepon. (tih/r1) Editor : Administrator