“Berjarak kurang lebih 1 kilometer dari puncak Pusuk Sembalun ke arah Sembalun,” kata Kapolsek Sembalun AKP Lalu Panca Warsa saat dikonfirmasi, Selasa (29/3) malam.
Dijelaskan, longsoran material berupa batu dan tanah serta pohon kayu berukuran besar tumbang itu menutup semua badan jalan. Sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua mau roda empat. Baik dari Sembalun menuju Suela ataupun arah sebaliknya.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban material akibat longsor ini,” tegas mantan Kasatlantas Polres Lobar itu.
Longsor diduga terjadi karena tingginya curah hujan yang mengguyur kecamatan Sembalun sejak Senin (28/3). Bahkan hujan lebat yang disertai petir sempat memutus aliran listrik sejak pukul 11.00 Wita. Aliran listrik baru kembali tersambung sekitar pukul 18.30 Wita.
Untuk membuka akses jalan, anggota Polsek Sembalun dan warga Sembalun Bumbung melakukan pembersihan material batu dan tanah serta memotong pohon kayu yang tumbang dengan alat seadanya. Hingga malam ini pembersihan material longsor masih dilakukan.
Atas kejadian ini, Panca mengimbau kepada pengguna jalan baik yang menggunakan sepeda motor maupun mobil agar tetap berhati dan selalu waspada. Karena di jalur Pusuk dan sekitarnya sering terjadi longsor dan pohon tumbang.
“Mengingat saat ini curah hujan yang terjadi di wilayah kecamatan Sembalun sangat tinggi,” tandas pria yang akrab disapa Mamiq Panca itu.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan camat Sembalun. Karena pembersihan material longsor yang harus menggunakan alat berat. (rur/r5) Editor : Rury Anjas Andita