Dijelaskan, Lotim mengantongi sertifikasi eliminasi malaria. Enam desa yang terdiri dari Sembalun, Sambelia, Pringgabaya, Suela, Montong Gading, dan Jerowaru yang dinyatakan sebagai daerah endemis telah dinyatakan bebas dari Malaria.
“Dengan begitu peserta tidak perlu lagi mengkhawatirkan tertular malaria saat berlomba nanti,” kata Sukiman.
Pemkab Lotim memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut dengan memberikan fasilitas seoptimal mungkin. Mulai dari fasilitas kesehatan, hiburan, hingga pendukung lainnya.
Dengan kesiapan tersebut, Sukiman berharap kegiatan dapat terselenggara dengan aman, tertib, dan sukses. Dijadwalkan, bupati dua periode itu nantinya akan melepas langsung peserta lomba lari kategori 162 kilometer di Belanting, Sambelia pada Jumat (3/6). Satu hari sebelumnya, ia akan memastikan kesiapan tim dengan langsung meninjau ke lokasi.
Direktur lomba Rinjani 100 Florenciano Hendricus Mutter mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemkab Lotim. Meskipun sebenarnya, para pelari ultra terbiasa dengan fasilitas yang minim.
Founder Rinjani 100 Hendra Wijaya juga menggambarkan setiap jalur sulit yang akan dilewati peserta. “Sehingga tidak hanya ketahanan fisik, mental peserta juga diuji dalam lomba ini,” tuturnya.
Rinjani 100 Ultra terdiri dari lima kategori. Yakni 162 km, 119 km, 75 km, 36 km, dan 27 km. Dijelaskan, kategori yang paling banyak peminatnya adalah kategori 36 km dengan jumlah peserta mencapai 400 orang. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita