Secara umum, ada 11 negara tujuan yang paling banyak diincar CPMI Lotim. Supardi mengungkapkan, pendaftaran terbanyak ia terima sejak Januari tahun ini sampai sekarang. Hal ini merupakan respons dari surat yang pihaknya edarkan ke pemerintah desa mengenai perusahaan penyalur tenaga kerja yang resmi dan negara tujuan yang sudah dibuka.
Dalam surat tersebut, ia memberikan beberapa poin penting mengenai prosedur pemberangkatan dan meminta pemerintah desa aktif melakukan pendataan. Kata Supardi, dari 593 warga yang sudah mendaftarkan diri, 113 di antaranya memilih berangkat ke negara Taiwan. “Dan dari 500 lebih itu, sudah ada sekitar 169 orang yang sudah berangkat,” jelasnya.
Supardi tetap menghimbau kepada warga yang ingin bekerja ke luar negeri untuk tidak menerima tawaran pemberangkatan selain menggunakan jalur resmi. Jangan sampai, dengan janji manis pekerja lapangan atau calo, warga tergiur untuk berangkat ilegal.
Informasi PPTKIS dan negara tujuan yang sudah dibuka telah dikirimkan ke pemerintah desa. Selain itu, warga juga bisa langsung mencari informasi yang disediakan di Kantor Disnakertrans Lotim. “Jangan ragu-ragu untuk bertanya. Jika ada yang janggal laporkan segera,” tegasnya.
Abdul Wahab, salah seorang CPMI asal Kecamatan Selong yang baru saja mendaftarkan diri menjelaskan, rencana keberangkatannya ke Malaysia disebabkan oleh kondisi ekonomi. Di sisi lain, ia merasa sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan di Lotim. “Sebelum pandemi, saya pernah bekerja di Malaysia. 4,5 tahun di sana,” kata Wahab.
Ia bersyukur negara Malaysia sudah membuka kembali keran pekerja migran. Kata Wahab, hal ini sudah lama ditunggu. Karena ia sejak awal selalu memilih berangkat melalui jalur resmi. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita