Ketua panitia Hultah Madrasah NWDI ke-87 Dr TGH Zainal Arifin Munir dalam laporannya menyampaikan, peringatan hari ulang tahun organisasi Nahdlatul Wathan (NW) mulai tahun ini telah disepakati menjadi Hultah Madrasah NWDI. Karena memang sejak hultah pertama yang dilaksanakan oleh almagfurulah Bapak Maulanasyeikh, yang dihultahkan adalah madrasah NWDI. Mulai tahun ini, PBNW mempertegas untuk membedakannya dengan organisasi lain, kata Zainal.
Hultah ke-87 Madrasah NWDI tahun ini bertemakan Dari madrasah NWDI, kita rajut keistiqomahan dalam perkhidmatan trilogy organisasi NW untuk NKRI”. TGH Zainal menyampaikan, tujuan dilaksanakannya Hultah Madrasah NWDI ke-87 adalah untuk menjalin silaturahmi nasional antara warga NW dari seluruh nusantara. Hultah Madrasah NWDI ke-87 kali ini dihadiri oleh 34 pengurus wilayah NW se-Indonesia.
Selain itu, Hultah Madrasah NWDI juga bertujuan untuk mengevaluasi realisasi program organisasi NW dan sekaligus merevitalisasi program organisasi untuk satu tahun ke depan. Selanjutnya, acara tahunan tersebut juga bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kreativitas santri di bidang akademik, seni, dan olahraga.
Adapun kegiatan perayaan Hultah Madrasah NWDI ke-87 kali ini terdiri dari perlombaan seni Islam, donor darah, pawai sepeda motor, cukuran masal, pawai alegoris, dan acara puncak berupa pengajian akbar. Selanjutnya, TGH Zainal juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan jamaah NW yang telah membanjiri acara tersebut.
Ketua Umum PBNW TGKH Lalu Gede Zainuddin Attsani dalam pidatonya mengatakan, peringatan Hultah Madrasah NWDI ke-87 tahun ini merupakan momen spesial berkumpulnya kembali seluruh pengurus organisasi, badan otonom, abituren, pencinta, dan seluruh jamaah NW di Indonesia. Terutama setelah dua tahun negeri ini diterpa pandemi Covid-19. “Hultah Madrasah NWDI ini merupakan ijtima’ akbar. Sebagai ajang munajat tahunan, bersyukur secara berjamaah,” kata Zainuddin.
Ia menjelaskan, sejarah gemilang mencatat, NWDI merupakan madrasah pertama di NTB yang didirikan Maulanayseikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid pada 22 Agustus 1937. “Madrasah NWDI nama organisasinya Nahdlatul Wathan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari sejarah gemilang yang melahirkan pahlawan nasional dari NTB, berawal dari madrasah NWDI dan NBDI yang pada tahun 1953 dilebur oleh Maulanasyeikh TGKH Muhamammad Zainuddin Abdul Majid menjadi madrasah NW. Sejak saat itu tidak ada lagi madrasah NWDI dan NBDI,” terangnya.
Hultah Madrasah NWDI ke-87 tahun ini juga disebut sebagai momen pelurusan sejarah yang penuh berkah. Karena itu juga, organisasi NW dalam satu tahun akan merayakan dua peringatan hari besar. Pertama Hultah madrasah NWDI, kedua hari jadi organisasi NW yang jatuh pada tanggal 1 Maret.
Dalam kesempatan yang sama, cucu pendiri NW tersebut mengucapkan terima kasih dan mengajak jamaah untuk mendoakan kesehatan Ummi Hj Sitti Raihanun Abdul Majid yang telah menjadi PBNW selama 21 tahun dan berhasil membangun 1.500 madrasah.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan keluarga besar NW untuk tetap menjalin kebersamaan dalam mengembangkan NW. “Seperti yang saya katakan saat dilantik menjadi PBNW, saya akan membawa NW ini berlari, tegasnya.
Pengajian Hultah ke 87 Madrasah NWDI disi oleh Pengajian Syeikh Abu Abdillah Mustafa Buzayyan Attlimsani, dan TGH Lalu Anas Hasyri. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita