Sukiman mengapresiasi penyelenggaraan Pospeda tahun ini. Menurutnya, Pospeda penting untuk digelar sebagai sebuah kesempatan bagi para santri untuk dapat memupuk bakat dan menonjolkan jati diri santri.
"Kegiatan ini saya anggap sangat penting karena ada dua unsur disini, yakni olahraga dan seni. Dengan olahraga kita sehat jasmani, dengan seni membuat hidup jadi lebih indah," terangnya.
Selain itu, Sukiman juga menilai, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk para santri untuk memupuk rasa percaya dirinya. Sehingga dapat terbiasa tampil dan berbicara di depan orang banyak. Dalam kesempatan yang sama, Sukiman juga mengatakan akan mendukung kegiatan pengembangan minat dan bakat santri tersebut.
Ketua Panitia Pospeda Lotim M Hitami Zamzami menerangkan, kegiatan ini diikuti 523 peserta dari berbagai pondok pesantren Lotim. "Animo Ponpes di Lotim sangat tinggi untuk mengikuti acara ini,” kata Zamzami.
Adapun cabang seni yang dilombakan terdiri dari pidato tiga bahasa, Indonesia, Arab, dan Inggris, film pendek, hadroh dan kaligrafi. Sementara bidang olahraga terdiri dari lari 100 dan 200 meter, lompat jauh, tolak peluru dan pencak silat.
Secara nasional, Pospesnas tahun ini merupakan yang ke-9. Namun di Lotim, seleksi berupa Pospeda baru kali ini dilakukan. Karena itu, FKSPP Lotim tahun ini bersemangat dalam menggelar kegiatan tersebut. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita