----
Keindahan matahari terbit dari ufuk timur yang terasa hangat di pantai Labuhan Haji segera sirna oleh tumpukan sampah di sepanjang pesisir pantai. Kedatangan sampah yang terjadi setiap hari terutama di musim penghujan ini terngiang-ngiang di pikiran Farhani Assegaf dan pemuda peduli lingkungan lainnya yang tergabung di komunitas Seasoldier.
“Persoalan sampah yang menjadi keresahan masyarakat dan pengunjung pantai tidak hanya di Labuhan Haji. Itulah mengapa kami menginisiasi roadshow aksi lingkungan,” kata Farhani yang menjadi ketua Seasoldier pada Lombok Post.
Road show bersih pantai itu pun digelar pertama kali di pesisir pantai Labuhan Haji pada Sabtu (11/2). Dalam waktu tidak terlalu lama, Seasoldier mengundang berbagai kelompok untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Hasilnya 197 orang beramai-ramai datang menikmati akhir pekan sembari membersihkan lingkungan. Tak hanya masyarakat biasa, kegiatan itu juga dihadiri oleh pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup Lotim, Dinas Pariwisata, dan BPPD Lotim.
Rani menerangkan, kebersihan laut sangat berdampak bagi kehidupan manusia. Hal ini mungkin tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, namun lambat laut akan terasa. Baik jika dibiarkan penuh sampah, atau pun sebaliknya. Karena itu ia merasa laut sangat perlu dijaga. Gerakan-gerakan yang dilakukannya dinilai sebagai sebuah investasi agar keindahan laut dapat terus dinikmati.
“Selain itu, kebersihan laut merupakan suatu panggilan bagi kami. Dan kami turun itu untuk memberikan contoh ke masyarakat sekitar,” terangnya.
Persoalan sampah dari hulu terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat. Itulah mengapa salah satu yang dilakukan adalah bergerak ke hilir. Kalau pun turun ke hulu, niatan menyadarkan warga tidak akan maksimal. Kata Rani, karena tidak mudah untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan terutama laut.
Seasoldier terbentuk tahun 2018. Saat ini, pemuda yang tergabung di kelompok itu sebanyak sembilan orang. Tujuan utamanya adalah menjaga lingkungan. “Karena itu sebuah kewajiban, bukan pilihan,” tegasnya.
Ia menerangkan, wacana sampah di laut memang sudah terlalu banyak. Namun sejauh ini masih banyak orang yang belum mengetahui kondisi laut yang begitu parah sampai berdampak pada ikan dan terumbu karang. Tujuan utama balatentara laut tersebut adalah menyebarkan virus ramah lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai program sudah dilakukannya sejak pertama kali terbentuk.
Kembali ke pantai labuhan haji, kegiatan yang dilaksankan dari pukul 08.00 Wita sampai 11.00 Wita itu berjalan lancar. Dalam dalam waktu tiga jam, sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak lima ton. Kata Rani, jika hari ini mereka berhasil menyelamatkan laut dari lima ton sampah, maka setidaknya ada kesadaran dari masyarakat sekitar untuk peduli pada laut.
Harapannya, mereka yang membuang sampah sembarangan di hulu mengetahui dampak dari perbuatan mereka. Juga mereka yang dihilir akan mulai bergotong royong membersihkan sampah yang sama. Jika esok pagi akan datang lima ton sampah lagi di Pantai Labuhan Haji. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita