---
Ratusan penonton memadati area turnamen Larpa Cup 2023 di lapangan Tanjung-Teros, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji. Mereka berdatangan dari berbagai desa dan kecamatan. Bahkan ada juga yang jauh-jauh datang dari daerah lain seperti Lombok Tengah dan Lombok Barat. Semua bersorak-sorai merayakan salah satu turnamen sepak bola tahunan di Lombok Timur.
Larpa Cup memang bukan turnamen sepak bola kaleng-kaleng. Ketua panitia Larpa Cup ke-4 tahun 2023 Hilman Jauhari mengatakan, turnamen yang digelar dua karang taruna itu diikuti oleh 32 klub se-pulau Lombok. “Digelar selama 64 hari dari Februari sampai Maret,” kata Hilman pada Lombok Post.
Meski lapangan diguyur hujan penonton yang datang tak pernah kurang dari 500 orang. Keramaian tentu menguntungkan pedagang asongan dan kaki lima yang hampir semuanya merupakan warga sekitar. Selain itu, pendapatan juga didapatkan dari biaya parkir Rp 3 ribu. Untuk alasan tertentu, panitia memilih tidak mengenakan harga tiket masuk lapangan.
Larpa Cup ke-3 sebelumnya sukses digelar 2022 lalu. Kesuksesan tahun lalu disambut dengan Larpa Cup tahun ini yang pesertanya diperluas menjadi se-pulau Lombok. Bisa jadi, jika tahun ini sukses, tidak menutup kemungkinan Larpa Cup bersiap untuk menggelar turnamen tingkat provinsi.
Kesuksesan dari sebuah turnamen menurut Hilman tidak terlepas dari bersatunya dua karang taruna. Di mana masyarakat Tanjung dan Teros yang dikenal tak pernah bisa bersatu dalam banyak hal kini dengan sangat baik dipersatukan oleh sepak bola.
“Inilah kunci kesuksesan setiap gelaran Larpa Cup. Karena kami bersatu padu, saling bahu membahu,” jelasnya.
Keamanan dan kenyamanan menjadi kunci dalam suksesnya penyelenggaraan sebuah pertandingan. Hal ini dirasakan dan diakui oleh semua klub yang berlaga di Larpa Cup.
Kalah atau pun menang, tak satu pun dari mereka yang menyatakan ketidakpuasannya terhadap penyelenggaraan turnamen. Semua pulang dengan bahagia. Mereka yang kalah berjanji pada panitia akan kembali pada turnamen di tahun berikutnya.
“Kondisi lapangan sangat bagus, jalannya pertandingan juga sangat baik dan rapi. Panitia Larpa Cup sangat luar biasa dan mengesankan,” kata Samsul Hadi, salah seorang pelatih klub Tibu Sisok Lombok Tengah.
Sebenarnya Larpa Cup bukan hanya menjadi perekat dua pemuda, tapi juga dua desa. Kata Hilman, setelah adanya Larpa Cup, saat ini jika tim sepak bola Tanjung bernama Persata main, warga Teros pasti pergi menonton. Begitupun sebaliknya. Di sisi lain, masyarakat juga sangat sportif. Kendati tim desa Teros bernama Porat FC kalah di babak 16 besar, tak satu pun dari mereka masuk ke lapangan untuk melakukan protes.
“Kalah diterima dengan jiwa kesatria. Meskipun main di kandang sendiri,” jelas Hilman.
Adapun total hadiah yang disiapkan panitia di Larpa Cup 2023 ini sebesar Rp 60 juta. Jumlah tersebut terdiri dari piala bergilir, piala top skor, dan pemain terbaik, juga medali untuk pemain dan pelatih juara 1,2, dan 3.
Larpa Cup didukung penuh oleh Pemkab Lotim, Dispora Lotim, Pemerintah Kecamatan Labuhan Haji, dan sponsor lainnya seperti Bank NTB Syariah. (*/r5) Editor : Rury Anjas Andita