“Awalnya memang sudah ada di DPA kami Rp 1,2 miliar. Tetapi dalam perjalanannya anggaran ini direfokusing,” kata Kabag Kesra Setdakab Lotim Huzaefah pada Lombok Post, Kamis (30/3).
Kepastian Rp 1,2 miliar yang disiapkan Pemkab Lotim tersebut telah ditentukan dalam rencana belanja daerah saat pembahasan APBD induk 2023. Dalam pelaksanaannya, sekda Lotim juga telah bersurat pada seluruh camat untuk mendata penerima insentif tahun ini.
Dari data yang diterima setiap kecamatan yang bersumber dari setiap desa, jumlahnya penerima mencapai 1.365 orang. Jumlah penerima tersebut terdiri dari guru ngaji, marbot, dan termasuk imam masjid jika di satu desa orangnya terpisah.
Dengan jumlah penerima 1.365 orang, Huzaefah mengatakan masing-masing orang akan bisa mendapatkan Rp 750 ribu. “Namun hal itu tentu tidak jadi karena kondisi keuangan daerah yang mengharuskan anggaran itu direfokusing,” terangnya.
Sebagai langkah lanjutan, dari 1.365 calon penerima yang telah didata tersebut, Pemkab Lotim menyerahkan nama tersebut ke Baznas Lotim. Kata Huzaefah, selanjutnya para penerima insentif Pemkab Lotim tersebut akan dibantu oleh Baznas Lotim.
“Besarannya tentu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Baznas,” terang Huzaefah. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita