Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Minim Anggaran, Insentif Marbot dan Guru Ngaji Diserahkan ke Baznas Lotim

Rury Anjas Andita • Jumat, 31 Maret 2023 | 16:00 WIB
Ketua IGI Lotim Huzaefah (Fatih/Lombok Post)
Ketua IGI Lotim Huzaefah (Fatih/Lombok Post)
SELONG-Pemkab Lombok Timur tahun ini tidak memberikan insentif kepada guru ngaji dan marbot masjid. Bonus tahunan yang dibagikan setiap bulan Ramadan sejak awal pemerintah Sukiman Azmy-Rumaksi itu tahun ini harus dihentikan.

“Awalnya memang sudah ada di DPA kami Rp 1,2 miliar. Tetapi dalam perjalanannya anggaran ini direfokusing,” kata Kabag Kesra Setdakab Lotim Huzaefah pada Lombok Post, Kamis (30/3).

Kepastian Rp 1,2 miliar yang disiapkan Pemkab Lotim tersebut telah ditentukan dalam rencana belanja daerah saat pembahasan APBD induk 2023. Dalam pelaksanaannya, sekda Lotim juga telah bersurat pada seluruh camat untuk mendata penerima insentif tahun ini.

Dari data yang diterima setiap kecamatan yang bersumber dari setiap desa, jumlahnya penerima mencapai 1.365 orang.  Jumlah penerima tersebut terdiri dari guru ngaji, marbot, dan termasuk imam masjid jika di satu desa orangnya terpisah.

Dengan jumlah penerima 1.365 orang, Huzaefah mengatakan masing-masing orang akan bisa mendapatkan Rp 750 ribu. “Namun hal itu tentu tidak jadi karena kondisi keuangan daerah yang mengharuskan anggaran itu direfokusing,” terangnya.

Sebagai langkah lanjutan, dari 1.365 calon penerima yang telah didata tersebut, Pemkab Lotim menyerahkan nama tersebut ke Baznas Lotim. Kata Huzaefah, selanjutnya para penerima insentif Pemkab Lotim tersebut akan dibantu oleh Baznas Lotim.

“Besarannya tentu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Baznas,” terang Huzaefah. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Marbot #Guru Ngaji #insentif #Baznas Lotim