"Lombok Timur ini kan berada di jalur lintas kedua pulau ini sehingga kita perlu mewaspadai penyebaran penyakit anjing gila ini agar tidak terjadi di sini," kata Hultatang, kepala bidang kesehatan hewan dinas peternakan dan kesehatan hewan Lotim, Selasa (15/08).
Menurutnya, meski terus meningkatkan kewaspadaan tapi potensi masuknya penyakit ini tetap ada. Terlebih kewaspadaan kabupaten dan provinsi tetangga untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut masih belum diketahui seperti apa.
Hultatang menjelaskan, rabies merupakan penyakit zoonosis yang penyebarannya dari hewan ke manusia. Penyakit ini sangat berbahaya bahkan bisa berdampak terhadap kematian jika tertular pada manusia.
"Jika terkena (rabies, Red), biasanya akan menyerang otak dan sistem saraf, yang hingga sekarang belum ada obatnya," ujarnya.
Disebutkan Hultatang, terdapat tiga hewan yang bisa menularkan penyakit rabies yakni kucing, anjing dan kera. Meski di Lotim telah ditemukan sejumlah orang yang digigit ketiga hewan tersebut tapi dari hasil pemeriksaan belum ditemukan adanya indikasi penularan penyakit rabies.
Hewan yang terkena rabies ini biasanya akan mengeluarkan air liur lebih banyak, lebih agresif, lebih galak dan lebih buas dari biasanya. Mereka menyerang orang maupun hewan lainnya, bahkan pada orang yang sudah dikenalnya.
Hewan yang terkena rabiaes akan mengalami tiga fase yakni fase phobia, dimana pada fase ini akan mengalami rasa takut terhadap cahaya, air, dan udara. Kemudian fase ekstasif. Pada fase ini hewan terkena rabies khususnya anjing akan menggigit setiap yang dijumpai. Terakhir fase paralisis yang setelah dua minggu hewan akan mati.
Diharapkan, bagi masyarakat yang terkena gigitan anjing atau hewan penukar rabies (HPR) lainnya segera dibawa ke rumah sakit dan melakukan vaksin anti rabies (VAR). Sebab jika kasus ini tidak segera tertangani kecil kemungkinan korban bisa selamat.
"Kami berharap kepada semua pihak untuk terus menggencarkan komunikasi, informasi dan edukasi terkait bahayanya penyakit ini," katanya.
Hultatang berharap agar lalu lintas hewan ternak khususnya anjing, dan kucing dari luar daerah diperketat untuk masuk di NTB termasuk Lotim. Yang tidak kalah penting juga ialah dengan melakukan check point di setiap perbatasan, baik perbatasan antarkabupaten maupun antarpulau.
"Check point antar kabupaten ini yang perlu kita tingkatkan dan waspadai karena Lotim ini banyak jalan tikus yang di desa-desa yang berbatasan langsung dengan kabupaten lain," ujarnya. (cr-par/r10) Editor : Baiq Farida