Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Beras di Lombok Timur Terus Melambung, Capai Rp 13 Ribu Per Kilogram

Supardi • Kamis, 7 September 2023 | 05:30 WIB

MASIH TINGGI: Akibat gabah yang langka, harga beras kemasan 5 kilo gram mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2018 lalu.
MASIH TINGGI: Akibat gabah yang langka, harga beras kemasan 5 kilo gram mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2018 lalu.
LombokPost--Sejak dua bulan terakhir ini harga beras di sejumlah pasar di Lombok Timur (Lotim) mengalami kenaikan. Kenaikan diperkirakan akibat stok gabah yang menipis di tingkat distributor.

”Hampir setiap hari mengalami kenaikan harga. Karena stok beras di heler sudah mulai limit,” ungkap Eti Zainal, salah seorang pedagang beras di Pasar Pancor, Selasa (5/9).

Harga beras premium saat ini dijual dengan harga Rp 13.500 per kilogram. Sedangkan pada bulan sebelumnya dijual dengan harga Rp 12.000 per kilogram.

Sementara beras dengan kelas medium saat ini dijual seharga Rp 12.000 per kilogram. Pada bulan sebelumnya harganya paling tinggi hanya Rp 11.500.

Senada dengan Eti, pedagang beras lainnya Husniatun menyampaikan kenaikan harga beras ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan. Bahkan ia memperkirakan harga beras untuk kelas premium atau super akan tembus di harga Rp15.000 per kilogram.

Sementara itu, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Lombok Timur Saiful W menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya bersama Bulog akan melakukan operasi pasar di desa-desa. Dengan tujuan untuk menekan kenaikan harga beras.

”Nanti kami operasi di pasar-pasar,” kata Saiful.

Kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Lombok Timur. Daerah lain juga menghadapi kondisi serupa. Akibat belum masuknya musim panen di sejumlah wilayah. Menurutnya, stok gabah di tingkat petani sebenarnya masih ada. Hanya saja, sebagian besar dijadikan cadangan, untuk konsumsi sendiri.

”Disimpan untuk konsumsi saja. Tidak dijual. Sekarang juga masih ada petani yang menanam belum bisa panen makanya stok masih limit,” ujarnya.

Kata Saiful, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras premium atau super saat ini Rp 12.000 per kilogram. Dari sebelumnya di harga Rp 11.000. Sementara untuk beras kelas medium saat ini Rp 10.000 sebelumnya Rp 9.000 per kilogram.

”Tidak terlalu mahal kenaikannya, hanya Rp 1.000 per kilogram. InsyaAllah minggu depan kami sudah mulai lakukan operasi pasar,” sebut Saiful.

Diperkirakan kenaikan harga beras ini berlangsung sampai musim panen tiba. Ia sendiri menilainya sebagai satu hal yang wajar terjadi di setiap tahunnya. Meski demikian, pihaknya terus berupaya melakukan stabilisasi harga dengan menggelar operasi pasar murah.

Selain itu, Saiful berharap pengepul tidak memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan beras dan memainkan harga. Sebab jika hal itu terjadi yang bersangkutan bisa terjerat hukum. 

”Jangan mainkan harga apa lagi melakukan penimbunan. Itu bisa diproses hukum,” pungkasnya. (cr-par/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pancor #pasar #Harga Beras #Lombok Timur