Hal ini dalam rangka mengatisipasi dampak perubahan iklim yang terjadi sekarang. Sehingga desa bisa memasukkan perencanaan tersebut ke dalam anggaran masing-masing.
"Melalui workshop ini kami harapkan bagaimana melakukan perencanaan dan penganggaran dampak-dampak dari perubahan iklim yang terjadi saat ini," terang Koordinator Program Lipra Konsepsi NTB Eva Sujati, Kamis (16/11).
Workshop bertujuan membantu para petani di desa. Mereka bisa merencanakan kegiatan-kegiatan ketika hendak bercocok tanam pada musim penghujan, sehingga tingkat kerugian yang diakibatkan peralihan musim bisa diminimalisir.
Melalui workshop tersebut juga diharapkan kedepannya bagaimana desa bisa memasukkan program-program yang akan dibahas dalam pertemuan ini bisa dianggarkan melalui dana desa maupun dana lainnya .
"Misalnya pada petani buruh irigasi, maka nanti desa bisa memasukkan ke program mereka dan bisa dianggarkan pada tahun yang akan datang," ungkapnya.
Diakui, hampir semua desa di Lotim sangat rentan terdampak dengan pergantian musim. Akan tetapi sejauh ini ada beberapa desa di Lotim yang sudah didampingi oleh Konsepsi terkait program perencanaan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di Lotim. Bahkan desa yang telah didampingi terkait program ini tidak hanya di Lotim namun se NTB.
Diharapkan kedepannya program-program yang telah dilakukan Konsepsi bisa di replikasi desa-desa yang lain, tidak hanya desa yang didampingi. Dengan begitu petani yang terbantu semakin banyak dan semakin sejahtera.
Sementara itu, Kabid Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim Assirul menyampaikan workshop ini menunjukkan peran serta LSM dalam membangun masyarakat di tingkat desa. Agar bisa mempunyai pemahaman bagaimana pembangunan yang bersepektif rendah karbon dan berketahanan iklim.
"Kami dari DPMD sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Konsepsi atas terselenggaranya acara ini. Tujuan kita sama," ungkapnya.
Diharapkan bukan hanya lembaga Konsepsi yang memberikan masyarakat pemahaman seperti ini. Akan tetapi diharapkan juga ada lembaga lain yang bisa berkontribusi dan melakukan hal yang sama. (cr-par)
Editor : Kimda Farida