Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bahruddin, Perajin Anyaman Bambu di Lotim Terima Pesanan Terbanyak dari India

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 21 November 2023 | 09:25 WIB

 

Bahrudin memeriksa kondisi barang kerajinan yang dijual di depan rumahnya.
Bahrudin memeriksa kondisi barang kerajinan yang dijual di depan rumahnya.
 

Rumah dengan ukuran tidak terlalu besar itu terlihat sudah menua.

Beberapa bagiannya nampak lapuk, genteng di beberapa sisi tidak tersusun dengan beraturan.

Temboknya juga mulai retak dan dipenuhi lumut warna hitam kehijau-hijauan.

Di bawah pepohonan di halaman rumah, seorang pria tua berkacamata yang bernama Bahruddin itu tengah duduk di sebuah kursi bambu sederhana.

Tangannya cekatan menganyam bagian demi bagian kerajinan bambu dengan kombinasi rotan.

Sesekali rotan itu ditarik dengan tenaga cukup kuat, agar anyaman yang dibuat itu tidak mudah rusak dan lepas.

Ratusan bambu yang masih utuh terlihat memenuhi setengah halaman rumah itu, sementara beberapa bambu yang sudah dibelah dan dipotong-potong ditempatkan tidak jauh dari tempat duduk pria tua itu.

Sementara berbagai bentuk anyaman dari bambu dan rotan, mulai dari kap lampu, kaligrafi terbuat dari kulit kambing, tas rotan, ayunan, pot bunga, tempat tisu dan beberapa anyaman disusun dan digantung di sebuah pondok yang beratapkan terpal di pinggir jalan rumah Bahruddin.

Bahrudin menceritakan awal mula dirinya menjadi perajin bambu, bermula ketika ia masih menjadi PMI di Malaysia sekitar 2016.

Tahun itu menjadi tahun terakhir bagi dirinya untuk bisa bekerja di negeri Upin Ipin itu.

”Waktu itu saya sempat istirahat di kedai kopi. Saya tertarik melihat macam-macam model kap lampu di sana,” ungkap Bahrudin, Minggu (19/11).

Sepulang dari kedai tersebut, tanpa menunggu hari esok Bahrudin mengambil pensil dan selembar kertas, untuk menggambar model kap lampu yang dilihat di kedai kopi tadi.

Setelah mencoret kemudian ia menemukan bentuk kap lampu dan paham cara membuatnya.

Ia kemudian mencari bahan dan alat untuk membuat kap lampu sederhana.

Di akhir tahun 2016 ia pulang dari Malaysia. Pada tahun yang sama namanya masuk daftar hitam, orang-orang yang tidak boleh lagi menginjakkan kaki di tanah Malaysia.

Awal-awal di rumah ia merasa bingung mau kerja dan usaha apa. Setelah beberapa bulan di rumah ia kemudian membuat lemari dan kursi dari bambu.

Siapa sangka lemari dan kursi buatannya itu laku dijual, meski tidak bertahan lama.

”Tapi itu tidak lama, karena peminatnya tidak terlalu banyak. Sehingga saya beralih membuat kerajinan yang lain,” terang Bahrudin.

Ia lantas beralih membuat kap lampu dari bambu.

Masukan demi masukan diterima dari sang anak, sehingga kerajinan yang dibuat betul-betul bagus dan diminati pembeli.

Meski berangkat dari pengalaman dan belajar secara otodidak, berbagai model kap lampu, nampan bambu, tas dari rotan dan sejumlah kerajinan tangan lainnya berhasil dibuat.

Hasil kerajinan ini dipasarkan di depan rumahnya. Kap lampu yang unik dan kerajinan-kerajinan lainnya berhasil memikat pengendara yang kebetulan lewat di Jalan Sekarteja- Rempung itu.

”Setelah jadi saya coba-coba jual di depan rumah, tidak lama akhirnya ada yang beli satu dua. Hari-hari berikutnya ada lagi yang datang pesan dengan jumlah yang lebih banyak. Dari sana kemudian saya mulai tekun dan rutin produksi,” ungkapnya.

Satu kerajinan tangan, seperti kap lampu, dibanderol mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu tergantung ukuran dan modelnya.

Sementara kerajinan yang berbahan rotan dihargai Rp200 ribu hingga Rp 350 ribu.

Selain dipasarkan di tempat, produknya juga banyak dipesan pengepul.

Bahkan saat ini sudah berhasil dikirim ke beberapa negara, seperti Arab Saudi, India, Malaysia, Qatar dan beberapa negara lainnya.

Seperti saat ini ia tengah menyelesaikan pesanan untuk dikirim ke negara India berupa nampan bambu dengan jumlah 400 biji.

Pesanan ini menjadi pesanan pertama yang paling banyak didapatkan sepanjang dirinya menggeluti usaha tersebut.

Pesanan demi pesanan diakui terus berdatangan, terlebih kedai-kedai kopi di Lotim saat ini sudah mulai bermunculan sehingga hal itu menjadi berkah baginya.

Biasanya pemilik kafe atau kedai kopi akan mengambil sejumlah kap lampu dan beberapa kerajinan lainnya. (cr-par/r11)

 

Editor : Marthadi
#PMI #anyaman bambu #Selong #kerajinan #Malaysia