Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hingga Desember, Capaian PAD Lombok Timur Masih Jauh dari Target

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 16 Desember 2023 | 10:05 WIB

 

Kepala Bapenda Lotim Muksin.
Kepala Bapenda Lotim Muksin.
 

LombokTimur-Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Timur (Lotim) masih jauh dari target.

Secara keseluruhan target PAD Lotim tahun ini sebesar Rp 655 miliar. Target ini mengalami peningkatan sekitar 52 persen dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.

Badan Pendapatan daerah (Bapenda) Lotim optimis capaian PAD bisa menembus Rp 390 miliar di akhir 2023 ini. Meskipun hingga pekan kedua Desember capaian PAD Lotim masih di angka Rp 337 miliar.

Insya Allah kita optimis PAD tahun ini bisa tembus sekitar Rp 380 miliar sampai Rp 390 miliar. Progresnya lebih bagus daripada tahun 2022 lalu,” terang Kepala Bapenda Lotim Muksin, Kamis (14/12).

Adapun PAD yang menjadi kewenangan Bapenda ditargetkan sebesar Rp 283 miliar.

Sementara target pada tahun sebelumnya sebesar Rp 121 miliar.

Diakui target PAD tahun ini mengalami peningkatan yang sangat tinggi dari tahun sebelumnya.

Jika target tersebut tidak bisa tercapai semuanya, paling tidak PAD Lotim tahun ini bisa melampaui capaian PAD pada tahun lalu.

”Target ini berat juga kita lihat. Tapi prinsipnya paling tidak capaian PAD kita tahun ini bisa melebihi capain PAD tahun lalu,” ujarnya.

Khusus di Bapenda Lotim PAD tahun ini sudah melampaui tahun lalu.

Hingga awal bulan Desember capaian PAD Bapenda sudah di angka Rp 100 miliar, sedangkan capaian PAD pada tahun lalu sebesar Rp 91 miliar.

Melihat peningkatan capaian PAD di Bapenda ini dirinya optimis bisa mengakhiri 2023 dengan capaian di angka Rp 115 miliar hingga  Rp120 miliar.

Pemasukan PAD tertinggi saat ini adalah dari retribusi BLUD, seperti dari RSUD dr Raden Soedjono menduduki posisi tertinggi sebesar Rp 123 miliar dari target Rp 143 miliar.

Dengan segera berakhirnya tahun 2023 ini dirinya berharap kepada semua OPD yang memiliki beban PAD untuk bisa memaksimalkan potensi pendapatan.

”Misalnya retribusi parkir, kami harap jangan dipihakketigakan, karena itu akan mengurangi jumlah retribusi yang akan masuk ke daerah," ujarnya.

Melihat banyaknya sumber-sumber PAD yang masih menggunakan uang tunai saat ini, pihaknya mendorong agar pembayaran retribusi beralih menggunakan sistem online.

Untuk mengantisipasi adanya kebocoran PAD. Sejauh ini diakui, hanya beberapa yang sudah menggunakan sistem online untuk pembayaran retribusi

”Belum semuanya yang menerapkan. Tapi kita dorong semuanya sudah bisa beralih menggunakan online. Insya Allah 2024 mendatang semuanya sudah beralih, karena pintu-pintu pembayaran secara manual ini sangat banyak, sehingga sangat rentan terjadinya kebocoran," pungkas Muksin. (cr-par/r11)

 

 

Editor : Marthadi
#PAD #bapenda #Lotim #target #Lombok Timur