LombokPost-Dinas Peternakan Kesehatan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) mengatensi peredaran daging beku menjelang idul Fitri 1445 H. Mengingat peredaran daging beku di pasar mulai masif terjadi.
”Keberadaan daging beku ini yang mengindikasikan adanya daging segar di campur dengan daging beku atau dioplos,” terang Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Lotim Drh Hultatang, Kamis (4/4).
Dijelaskan Hultatang, daging oplosan merupakan daging yang diperuntukkan tidak pada tempatnya. Daging beku seharusnya dipasarkan di pasar yang memiliki standar cool storage atau pendingin.
Akan tetapi saat ini daging beku malah banyak diperjualbelikan di luar jalurnya hingga masuk ke pasar-pasar tradisional. Hal ini mengakibatkan praktek jual beli daging oplosan terjadi. Daging beku akan dicairkan kemudian digabung dengan daging yang segar.
”Daging buku ini bisa jadi dicairkan dulu. Kemudian akan dijual di pasar tradisional. Jadi besar kemungkinan disatukan dengan daging segar karena tidak ada pendingin di pasar,” ujarnya.
Terkait daging oplosan ini, masyarakat masih belum begitu paham dan menjadi kebiasaan membeli daging beku. Untuk itu dibutuhkan sosialisasi yang mendalam terkait daging beku kepada masyarakat.
Peredaran daging beku dan oplosan ini akan terus dipantau di pasar-pasar. Biasanya menjelang lebaran peredarannya semakin masif. Namun sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke Disnakeswan Lotim.
”Menurut informasi yang bahwa peredaran daging beku di Lotim itu sangat tinggi menjelang lebaran. Nanti kita akan turun cek ke lapangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Disnakeswan Lotim H Masyhur menambahkan kebutuhan daging sapi di Lotim pada lebaran ini dipastikan tetap terpenuhi. Bahkan Lotim menjadi penyuplai kebutuhan sapi ternak Kota Mataram dengan jumlah 160 ekor per bulan. Diperkirakan harganya juga tetap normal.
”InsyaAllah ketersediaan daging kita akan tetap aman pada lebaran nanti. Harga juga masih terkendali,” pungkasnya. (cr-par/r11)
Editor : Akbar Sirinawa