LombokPost-Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI bekerja sama dengan TNI ingin mengembalikan masa keemasan swasembada pangan yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.
Untuk mendukung kedaulatan pangan itu, TNI dalam hal ini Kodam IX/Udayana mengerahkan seluruh satuan jajarannya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah terutama di dinas pertanian dan para petani.
Langkah ini juga dilakukan Kodim 1615/Lombok Timur dengan menggelar Deklarasi Patriot Pangan untuk sama-sama menyerukan ketahanan pangan nasional.
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Bambang Trisnohadi memimpin langsung panen raya jagung bersama kelompok tani Pade Angen di Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (4/5).
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Bambang Trisnohadi menyampaikan rasa bangga berada ditengah-tengah para petani dan melaksanakan panen raya jagung secara bersama.
“Kita lakukan Deklarasi Patriot Pangan untuk pertama kali di Pemda Lombok Timur dengan melibatkan TNI Polri sebagai pendamping, dengan harapan agar kedepan dapat membantu kelompok tani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian,” jelasnya.
Dijelaskannya, NTB memiliki potensi besar di bidang pertanian khususnya padi dan jagung. Lotim berada di urutan ke lima secara nasional sebagai daerah penghasil jagung dan sebagai salah sentra utama penghasil komoditas Jagung di Bumi Gora, khususnya di Kecamatan Pringgabaya, Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Jerowaru.
Selama proses penanamannya, jagung tidak membutuhkan kadar air yang banyak, untuk itu jagung banyak ditanam di lahan kering atau lahan tadah hujan, dengan indek penanaman mencapai IP 200 atau dua kali tanam dalam setahun.
Di samping itu, berkaitan dengan Deklarasi Patriot Pangan, pria yang pernah meraih Adhi Makayasa 1993 menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi dari TNI dan Polri untuk menjaga ketahanan pangan, dengan menumbuhkan kembali semangat dan motivasi pencapaian kedaulatan pangan nasional.
Salah satunya dengan memaksimalkan program pompanisasi kerja sama antara Kementerian Pertanian RI dengan TNI, sehingga para tidak lagi mengalami kesulitan untuk mengairi lahannya.
Lebih lanjut, ia juga menginstruksikan Korem dan Kodim jajarannya untuk mengikuti dan menerapkan Patriot Pangan di wilayah masing-masing.
“Karena itu, kegiatan yang kita laksanakan sekarang bisa menjadi pilot projek yang bagus untuk manunggal, dan sinergis antara TNI, Polri dan petani dan masyarakat,” tandasnya.
Pj Bupati Lotim HM Juaini Taofik mengatakan, jagung merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi.
Sebagai seorang penjabat kepala daerah, menjaga inflasi dengan berbagai inovasi memang harus dilakukan, apalagi jagung memiliki persoalan yang kompleks dari hulu sampai hilir
“Permasalahaan bahan pokok masih tergantung dengan impor jagung sehingga kemandirian pangan harus fokus dilaksanakan dengan bekerja sama yang melibatkan semua pihak,” jelas dia.
Ia juga mengakui harga jual pertanian memang masih rendah, namun ia berharap agar kedepan masyarakat tetap semangat untuk menanam dan optimis bahwa permasalahan pasti akan ada jalan keluar.
Sehingga menurutnya, konsep Patriot Pangan diharapkan dapat membantu mengurangi dan mengatasi permasalahan yang terjadi pada petani.
“Kita harus yakin dan bersama-sama dengan Pemerintah akan hadir dari Hulu hingga Hilir untuk membantu penyelesaian dan meningkatkan hasil petanian,” jelas dia.
Di kesempatan itu, ia juga membahas perihal usulan Pemerintah Desa Gunung Malang, untuk pembukaan jalan usaha tani, ia berjanji menyanggupinya dan akan membantu merealisasikannya.
“Kami akan bahas ini, namun dengan catatan tidak ada permasalahan terkait dengan kepemilikan tanah yang akan dijadikan sebagai jalan usaha tani,” kata Juaini Taofik.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan Penandatanganan Deklarasi Patriot Pangan oleh Pangdam IX/Udayana, Danrem 162/WB, PJ. Bupati Lotim, Dandim 1615/Lotim dan Kapolres Lotim serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani. (yun)
Editor : Kimda Farida