LombokPost-Yeyen Safitri merupakan salah satu caleg terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) pada Pileg 2024.
Menyandang status sebagai caleg terpilih yang paling muda, Yeyen bertekad meningkatkan perekonomian masyarakat.
Terutama para perempuan dan petani tembakau.
Berikut ulasannya.
----------------
Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu daerah penghasil tembakau di Indonesia. Kualitasnya diacungi jempol oleh pengusaha rokok di dalam maupun luar negeri.
Tidak heran jika pabrik rokok atau Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) dibangun di Lotim.
Dengan tujuan menyerap tembakau petani dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Selain di APHT, di Lotim juga terdapat perusahaan rokok rumahan yang sampai saat ini tetap eksis sejak tahun 2021 lalu.
Yakni perusahaan rokok Rinjani Zain atau akrab disebut RZ. Kehadiran perusahaan ini berhasil membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, tidak hanya masyarakat sekitar perusahaan namun sejumlah desa di Lotim.
Adalah Yeyen Safitri yang menahkodai perusahaan tersebut. Sejak berdiri pada 2021 silam, Yeyen telah merekrut lebih dari 300 perempuan sebagai tenaga pelinting.
”Alhamdulillah tenaga pelinting dari kaum perempuan semua. Bukan hanya dari masyarakat Desa Loyok saja tapi ada juga yang dari desa-desa lain,” terang Yeyen, Minggu (12/9).
Baca Juga: Demokrat KLU Tutup Penjaringan Bacalon, Tujuh Tokoh Mendaftar
Berkat pengalamannya di industri rokok itu, perempuan Asal Desa Loyok, Kecamatan Sikur ini mencoba ikut bertarung pada Pemilu 2024 melalui Partai Perindo.
Dengan membawa visi misi meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya kaum perempuan dan petani tembakau di Lotim.
Yeyen baru kali pertama ikut bertarung di Pileg.
Meski demikian nasib baik menaunginya. Sebanyak 5.291 masyarakat memilihnya.
Hingga membuat Yeyen mengunci 1 dari 8 kursi di Dapil Lombok Timur 3.
”Alhamdulillah saya akhirnya berhasil lolos. Keinginan kuat saya maju kemarin sebagai Caleg untuk memperjuangkan hak petani tembakau di daerah,” katanya.
Sebagai seorang yang lahir dari seorang petani dan pebisnis tembakau, Yeyen berkeinginan untuk memajukan tembakau Lotim.
Ia juga ingin membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat seluas-luasnya, terutama untuk kaum perempuan.
Menurut dia, selama ini kebijakan pemerintah terhadap pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) dinilai sering tidak adil.
Untuk itu ia ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat yang menggantungkan hidup pada IHT.
”Sekarang tugas saya yang dipilih oleh petani tembakau, buruh rokok. Saya berkewajiban untuk memperjuangkan nasib mereka. Mudah-mudahan kedepannya semakin banyak masyarakat dan para petani yang terbantu,” tandasnya (Supardi/r11)
Editor : Kimda Farida