LombokPost-Wushu Naga Selaparang menorehkan prestasi dalam Kejurnas Citra Satria Wushu Indonesia (CSWI) cup 2024 Piala KONI.
Mewakili NTB dan bersaing dengan 78 sasana Wushu di Indonesia, atlet Naga Selaparang berhasil menyabet medali. Berikut ulasannya.
Wushu merupakan salah satu seni bela diri yang banyak diminati.
Gerakannya luwes, seperti menari namun menggunakan senjata. Wushu diajarkan untuk melindungi diri berbagai tindak kejahatan.
Di Lombok Timur (Lotim), terdapat satu sasana Wushu. Namanya Wushu Naga Selaparang.
Yang belum lama ini berpartisipasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Citra Satria Wushu Indonesia (CSWI) cup 2024 Piala KONI.
Ajang tersebut diikuti 1.145 atlet dari 78 sasana wushu di Indonesia.
Manajer tim kontingen Wushu Naga Selaparang Muhammad Ramli mengatakan, dalam kejurnas Wushu Naga Selaparang menurunkan 14 atlet asal Lotim.
Tersebar di beberapa nomor pertandingan, dari Wubu Quan Junior D, Chang Quan Junior D, Chang Quan Junior B Putra dan Putri, Chang Quan Senior Putra dan Putri.
”Termasuk juga nomor pertandingan Quan Junior A Putri, Nan Quan Senior Putra, Wing Chun Chum Kiu senior, Mok Yam Jong Senior dan Wing Chun Siu Lim Tao Veteran,” sebutnya, Selasa (21/5).
Tahun ini menjadi tahun pertama Wushu Naga Selaparang mengikuti Kejurnas.
Meskipun pertama kali, namun sejumlah atlet berhasil menyabet juara dan membawa pulang dua medali emas, enam perak dan sembilan medali perunggu.
Selain di kejurnas wushu taolu di Surabaya, atlet Wushu Naga Selaparang juga diturunkan di Kejurnas Sirkuit Nasional Wushu Sanada Junior yang diadakan oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) di Sleman City Hall Yogyakarta pada 13-16 Mei 2024.
”InsyaAllah ke depan cabor wushu di NTB akan terus berkembang,” katanya.
Sejak didirikan pada Maret 2020, Naga Selaparang sudah memiliki 150 orang anak didik. Tersebar di 15 sasana di Lotim, Lombok Tengah (Loteng) dan Sumbawa.
”Jadi sebelum ikut kejurnas ada proses-proses yang harus dilalui atlet,” ujarnya.
Sasana Wushu Naga Selaparang terpusat di Lotim.
Namun murid-muridnya tersebar di beberapa daerah dan diberikan kepercayaan untuk membuka sasana di daerah tinggal masing-masing.
Dengan tujuan untuk mencetak atlet-atlet Wushu yang bisa mewakili daerah masing-masing. (cr-par/r11)
Editor : Kimda Farida