Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Sapi di Lotim Mulai Naik, Banyak Peternak Baru Keluarkan Mendekati Hari Raya

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 30 Mei 2024 | 15:05 WIB
PERIKSA: Ketua Kelompok Ternak Saling Kangen saat memberikan makan sapi miliknya  di kandang kelompok ternak, Rabu (29/5).(SUPARDI/LOMBOK POST)
PERIKSA: Ketua Kelompok Ternak Saling Kangen saat memberikan makan sapi miliknya di kandang kelompok ternak, Rabu (29/5).(SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi di tingkat peternak Lombok Timur (Lotim) mengalami kenaikan.

”Alhamdulillah beberapa minggu ini harga sapi sudah mulai naik,” terang Handri, ketua Kelompok Ternak Saling Kangen, Desa Pringgasela Timur, Rabu (29/5).

Kenaikan ini berlaku bagi semua jenis sapi. Antara lain, sapi kurban biasa dari sebelumnya Rp 10 juta, kini bisa Rp 13 juta.

Kemudian sapi kelas premium dari Rp 13 juta menjadi sekitar Rp 16 juta hingga Rp 20 juta per ekor.

Permintaan sapi kurban juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, banyak peternak baru akan melepas sapi mendekati puncak Idul Adha.

”Biasanya harga semakin mahal menjelang lebaran. Mudah-mudah bisa membalikkan kerugian saat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kemarin,” imbuhnya.

Dari 50 orang anggota kelompok, populasi ternaknya mencapai 200 ekor lebih yang siap kurban.

Sebagian besar sapi ternak dari kelompok Saling Kangen hanya menyuplai kebutuhan kurban untuk Lotim saja.

”InsyaAllah sapi-sapi yang ada di kandang ini sehat-sehat. Kalau sapi besar kami jual dengan cara ditimbang dengan harga Rp 50 ribu per kilogram. Kalau sapi biasa tidak ditimbang,” tandasnya.

Terpisah Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim Drh Hultatang menambahkan, berdasarkan data jumlah hewan kurban yang masuk untuk sapi dan kambing masing-masing baru seribu ekor.

”Kalau tahun 2023, jumlah sapi kurban sebanyak 3.000 ekor, sedangkan kambing di bawah 3.000 ekor. Mudah-mudahan tahun ini bisa meningkat,” katanya.

Puncak pembelian hewan kurban biasanya terjadi H-2 sampai H-1 sebelum Idul Adha.

Jumlah sapi ternak siap kurban di Lotim mencapai puluhan ribu.

Selain untuk kebutuhan di dalam, sapi ternak Lotim juga banyak dikirim ke luar kabupaten.

Ia memastikan semua sapi kurban asal Lotim terbebas dari berbagai penyakit.

Sebab sejauh ini tidak ada ditemukan satu ternak terjangkit penyakit yang sifatnya zoonosis.

Sehingga daging sapi kurban aman untuk dikonsumsi.

”Kita sampai saat ini masih terbebas dari penyakit-penyakit yang sifatnya zoonosis seperti antrax, cacing hati dan penyakit -penyakit menular lainnya, termasuk PMK. Sapi kurban itu akan kita periksa pemeriksaan sebelum dan sesudah dipotong,” tutupnya. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#kurban #hewan