LombokPost-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur (Lotim) mengimbau masyarakat untuk waspada dalam berkendara. ”Memang di beberapa titik terjadi blank spot sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan,” terang Kasat Lantas Polres Lotim AKP Tira Karista, Senin (22/7).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bersama Dishub dan Jasa Raharja, daerah yang rawan kecelakaan di Lotim berada di jalan raya di Kecamatan Pringgabaya maupun Sikur. Yang merupakan jalan provinsi.
Jalur di jalan tersebut cukup sepi dan lurus. Sehingga pengendara tanpa sadar bisa memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Namun ini bisa berakibat fatal ketika pengendara mengantuk atau tidak konsentrasi saat berkendara.
”Jalan sepi dan lurus biasanya pengendara memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dan mereka tidak bisa kendalikan akhirnya terjatuh. Ini kerap memakan korban jiwa,” katanya.
Untuk meminimalisir angka kecelakaan di daerah rawan kecelakaan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memasang rambu lalu lintas dan memasang papan imbauan.
Upaya tersebut tentu harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat juga. Tira mengatakan, meski ada rambu lalin, tidak akan berdampak besar jika masyarakat kurang kepedulian saat berkendara.
Kondisi tersebut tercermin dalam operasi patuh yang sedang berlangsung saat ini. Selama operasi berlangsung, tiga orang pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian. ”Sementara pelanggaran yang terjaring pada saat operasi sebanyak 700 orang lebih,” katanya.
Kata dia, rata-rata pengendara yang terjaring operasi didominasi pelanggaran kasat mata. Seperti tidak memakai helm, tidak memakai spion, hingga knalpot brong. Ada juga yang tidak membawa STNK dan SIM.
KBO Satlantas Polres Lotim Ipda Muhammad Anhar menyampaikan, Operasi patuh Rinjani merupakan salah satu langkah untuk menertibkan pengendara dalam berlalu lintas.
”Dengan banyaknya populasi penduduk dan jumlah kendaraan di Lotim sangat berpotensi terhadap meningkatnya laka lantas,” katanya.
Kata dia, operasi ini sekaligus menjadi edukasi kepada pengendara jalan untuk tetap memperhatikan keselamatan ketika berkendara, dengan mematuhi rambu-rambu dan tertib berlalu lintas.
”Kami berharap agar para pengendara ini bisa melengkapi surat-menyurat dan memakai helm, spion dan menggunakan knalpot standar,” tandasnya. (par/r11)
Editor : Akbar Sirinawa