Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Capaian Target PAD Lotim Hanya 60 Persen, Bapenda Enggan Disalahkan

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 1 November 2024 | 13:05 WIB

 

Muksin
Muksin

LombokPost-Hingga menjelang akhir tahun 2024 ini, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur (Lotim) masih sangat jauh dari target.

Meskipun secara target, pendapatan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

”Realisasi PAD kita sampai hari ini baru mencapai 60 persen dari target,” terang Kepala Bapenda Lotim Muksin, Kamis (31/10).

Berdasarkan data sementara realisasi PAD di laman SEMPAD Lotim, angkanya baru baru mencapai Rp 362 Miliar lebih.

Namun secara progres, capaian ini diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya di bulan yang sama.

Target realisasi PAD 2024 sebesar Rp 606 miliar lebih.

Sementara target PAD tahun lalu sebesar Rp 658 miliar lebih dan berhasil mencapai Rp 383 miliar lebih atau sekitar 58 persen.

”Optimis bisa mencapai 75 persen dari target yang ada atau sekitar Rp 450 miliar lebih,” katanya.

Target Rp 450 miliar hingga akhir tahun ini diakui lebih realistis.

Mengingat potensi-potensi PAD yang belum optimal dikelola.

Sementara untuk target realisasi PAD yang dibebankan daerah tahun ini diklaim masih jauh dari kondisi yang ada.

Dirinya berharap agar target PAD kembali dievaluasi dan mencari solusi alternatif terhadap potensi-potensi PAD di daerah.

Meski realisasi rendah, Muskin justru mengklaim Bapenda Lotim berhasil meningkatkan capaian PAD di beberapa sektor.

”Ini tentu lebih baik dibandingkan capaian sebelumnya yang hanya bertahan di bawah 70 persen,” Tandasnya.

Sementara itu Pj Bupati Lotim H M Juaini Taofik menambahkan, pemda terus berupaya mengoptimalkan keuangan dan pendapatan daerah.

Salah satunya dengan mendorong digitalisasi keuangan daerah dengan menerapkan transaksi non tunai.

”Pemerintah pusat juga sangat mendorong penerapan digitalisasi keuangan di daerah. Untuk menerapkan transaksi non tunai ini dibutuhkan edukasi untuk meningkatkan wawasan masyarakat kita” katanya.

Selain itu, diharapkan Bapenda sebagai pengelola pajak dan retribusi daerah, dapat bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mengoptimalkan target PAD, utamanya dari mineral bukan logam dan batuan (MBLB).

Mengingat pendapatan daerah dari sektor tambang galian C di Lotim cukup besar.

Sehingga menurutnya salah satu untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor tersebut dengan berkolaborasi bersama APH. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#Pendapatan #Pemda #PAD #Lotim #target