Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

YBM BRILiaN Ro Denpasar Launching Kelompok MIGP di Lotim

Supardi/Bapak Qila • Minggu, 17 November 2024 | 19:04 WIB
PETIK: Wakil Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Ro Denpasar saat memetik buah melon hasil budidaya kelompok Mustahik Income Generating Program (MIGP) di Desa Kalianyar, Kecamatan Terara.
PETIK: Wakil Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Ro Denpasar saat memetik buah melon hasil budidaya kelompok Mustahik Income Generating Program (MIGP) di Desa Kalianyar, Kecamatan Terara.

LombokPost--Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Ro Denpasar melaunching kelompok Mustahik Income Generating Program (MIGP) atau kelompok penerima program ekonom yang bergerak dalam sektor pertanian dengan konsep Agro Farm, di Desa Kalianyar, Kecamatan Terara Lombok Timur (Lotim). 

Income Generating merupakan salah satu program pendayagunaan dana zakat dalam skema zakat produktif dengan model pemberdayaan ekonomi masyarakat  atau kelompok MIGP. 

“Program ini adalah program untuk meningkatkan finansial keluarga, dengan kita memberikan stimulus, berupa peralatan, perlengkapan yang bisa dijalankan oleh para kepala keluarga, seperti yang dilakukan oleh MIGP Budidaya melon di desa Kali Anyar ini,” terang Raden Ibnu Haikal Wakil Ketua YBM BRILiaN Ro Denpasar, Minggu (17/11). 

Kata dia, di Lotim terdapat tiga kelompok MIGP yang telah difasilitasi dan didampingi oleh YBM BRILiaN  yang bergerak di bidang pertanian dengan berbagai jenis tanaman.

Tiga kelompok MIGP tersebut yakni budidaya melon di Desa Kali Anyar dan Desa Kotaraja.

Kemudian budidaya anggur di Desa Belanting dengan total bantuan yang diberikan untuk tiga kelompok ini sebesar Rp 416.143.000. 

Selain itu MIGP juga difasilitasi sarana prasarana, pembibitan, pembinaan hingga pemasaran hasil budidaya.

Masing-masing MIGP beranggotakan 10 orang.

Dengan adanya launching ini diharapkan dapat meningkatkan kembali ekosistem, pelaku usaha dan cakupan pasar. 

“Komunitas melon saat ini menjadi komunitas unggulan di Desa Kalianyar. Kami harap dengan adanya program makan gratis dari pemerintah pusat, kelompok  budidaya melon ini bisa menjadi mitra untuk menyukseskan program makan siang gratis dan menjadi pasar mereka,” katanya. 

Kata dia, Program YBM Ro Denpasar, 70 persen dilakukan di NTB, baik program pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, ekonomi dan dakwah.

Untuk program ekonomi sendiri dikonsep dalam bentuk agro farm atau pertanian modern. 

Adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik, meningkatkan keterampilan dan kemampuan manajemen keuangan usaha mustahik.

Meningkatkan akses pemasaran dan hasil usaha dan meningkatkan mutu dan kualitas produk hasil usaha.

“Sumber dana program ini berasal dari dana zakat pegawai BRI yang dipotong sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat. Kami harap penggunaannya bisa amanah dan bertanggung jawab sesuai tujuan program,” tandasnya. 

Sementara itu, Fasilitator Ekonomi YBM BRILiaN Ro Denpasar Sarni menambahkan pada tahun 2024 ini kelompok MIGP yang telah berjalan di Lotim sebanyak tiga kelompok dan satu kelompok masih dalam tahap pembuatan Green House. 

“Memang konsep pertanian yang kita lakukan tahun ini adalah pertanian modern. Satu kelompok saat ini masih sedang proses yakni di Sembalun, yang kita kembangkan adalah stroberi,” katanya. 

Masing-masing kelompok akan difasilitasi sarpras seperti mulai dari pembuatan gren house, penyediaan bibit, pelatihan hingga pemasaran.

Pengembangan usaha dengan melihat kebutuhan pasar dengan mengutamakan kualitas premium. 

Tidak hanya bidang pertanian, program ekonomi ini juga menyasar semua kelompok dan kalangan.

Seperti kelompok perikanan, perkebunan dan tanaman hortikultura dengan melihat potensi yang ada di masing-masing wilayah untuk dikembangkan. 

“Harapan kita melalui program ini para Kelompok bisa berhasil dan sejahtera sebagaimana tujuan dari YBM dan para pembayar zakat bisa puas melihat zakat mereka berhasil menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Saat ini pihaknya juga tengah melakukan pendampingan terhadap kelompok MIGP, dengan bekerja sama dengan Institusi Pertanian Bogor.

Tujuan agar para kelompok ini bisa mengembangkan usaha tersebut secara mandiri. Mulai dari pembibitan hingga pemasaran dilakukan secara mandiri.

 “Terlebih tanaman melon saat ini merupakan agro wisata yang banyak diminati oleh masyarakatnya, harganya juga bisa dijangkau oleh semua kalangan,” tandasnya. 

Kepala Desa Kalianyar, Lalu Mirwan Jayadi sangat mengapresiasi program yang diberikan oleh YBM BRILiaN Ro Denpasar.

Program tersebut diakui saat telah menunjukkan hasil yang luar biasa dan semakin berkembang. 

 “Alhamdulillah budidaya melon dengan konsep pertanian modern ini sangat luar biasa. Dulu green house yang dimiliki hanya satu, tapi alhamdulillah saat ini sudah lima. Antusias masyarakat terutama anak muda kita juga luar biasa, dan mudahkan ini bisa berkembang lagi,” harapnya. 

Program ini diakuinya telah mampu mengubah kesadaran anak muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Program  ini telah berhasil mengakomodir sebanyak 32 petani millenial di Desa Kalinnyar. 

“Saya selaku kades sangat mengapresiasi dan berharap bagi YBM untuk para petani kita diberikan tambahan lagi sentuhannya (modal-red),” tandasnya. (par)

Editor : Kimda Farida
#BRILiaN Ro Denpasar