Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Renyahnya Kerupuk Kulit Pisang Nanik Rahayu, Belajar dari Internet, Dua Bulan Gagal karena Formula Kerupuk Tidak Sempurna  

Supardi/Bapak Qila • Senin, 18 November 2024 | 11:32 WIB

 

KEMAS: Nanik Rahayu bersama tetangganya saat mengemas kerupuk kulit pisang yang telah digoreng untuk dijual. SUPARDI/LOMBOK POST
KEMAS: Nanik Rahayu bersama tetangganya saat mengemas kerupuk kulit pisang yang telah digoreng untuk dijual. SUPARDI/LOMBOK POST
 

 

LombokPost-Nanik Rahayu, merupakan salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang makanan.

Namun, makanan yang dibuat cukup menarik dan mungkin satu-satunya ada di Lombok Timur (Lotim) yakni kerupuk berbahan kulit pisang.

-------------------------

Hampir semua bagian pohon pisang dapat diolah menjadi makanan yang enak. Mulai dari batang, jantung pisang, hingga buahnya.

Bahkan kulit pisang yang selama ini dibuang, dapat dijadikan makanan enak dan bisa mendatangkan rupiah.

Seperti yang dilakukan Nanik Rahayu, Warga Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Dia merupakan salah satu pelaku UMKM di Lotim. Nanik membuka usaha kerupuk kulit pisang.

”Bahan dasarnya kulit pisang. Makanya kerupuknya di namakan Kulpis atau kerupuk kulit pisang,” terang Nanik, Minggu (17/11).

Diceritakan, dirinya tertarik membuat kerupuk kulit pisang bermula saat melihat banyaknya kulit pisang segar yang dibuang begitu saja.

Ia kemudian mencari informasi terkait kulit pisang apakah bisa diolah menjadi makanan atau tidak.

Tidak butuh waktu lama, informasi yang dicari ditemukan di internet. Bahkan sudah banyak yang diolah menjadi makanan.

Informasi demi informasi ia kumpulkan dan pelajari dari Google dan YouTube. Ilmu yang dipelajari dari internet itu kemudian dipraktikkan.

Awal pembuatan kerupuk kulit pisang, Nanik sempat gagal beberapa kali.

Kerupuk yang dibuat tidak bisa jadi, tidak enak dan lainnya. Karena informasi yang didapatkan dari internet dinilai kurang lengkap.

Namun hal itu tidak membuatnya menyerah begitu saja. Justru semakin meningkatkan rasa penasarannya.

”Berbagai macam cara saya coba, tetap saja gagal. Hingga akhirnya saya menemukan adonan yang pas sehingga menghasilkan rasa yang enak dan gurih seperti ini,” sebutnya.

Setelah berhasil membuat kerupuk dengan rasa original, ia kemudian mengembangkan dengan sejumlah rasa, seperti balado hingga cokelat karamel.

Nanik mengatakan, kulit pisang ia ambil dari pedagang gorengan di dekat rumahnya. Kata dia, semua jenis kulit pisang bisa diolah menjadi kerupuk.

”Kebanyakan kita pakai kulit pisang kepok yang segar,” katanya.

Bisnis kerupuk kulit pisang baru dijalankan selama enam bulan. Kendati demikian kerupuk ini banyak diminati orang-orang terdekat Nanik. Satu bungkus kerupuk dibandrol dengan harga Rp 10 ribu.  

”Saat ini belum buat terlalu banyak dibuat, jadi hasilnya tidak seberapa. Karena saat ini saya fokus untuk meningkatkan kualitas dulu. Saya juga tengah mengurus legalitas, izin halal,” katanya.

Ia meyakini kerupuk Kulpis miliknya akan laku dan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain di pasaran.

Selain rasa yang enak dan gurih, bisnis kerupuk Kulpis ini juga satu-satunya di Lotim. Ia menargetkan kerupuk ini bisa masuk ke ritel-ritel modern.

Terlebih produk tersebut berada di bawah bimbingan Dinas Koperasi dan UMKM Lotim.

”Kalau sekarang masih saya kerjakan sendiri, jual sendiri. Tetapi Alhamdulillah ada saja yang pesan setiap hari, meskipun 9-15 bungkus bahkan lebih,” tandasnya. (supardi/r11)

Editor : Kimda Farida
#pisang #kulit #Lotim #kerupuk #Jerowaru