Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tanam Jagung di Lahan 1.000 Hektare di Lotim, TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 22 November 2024 | 19:06 WIB

 

TANAM: Pangdam IX Udayana di dampingi istri saat menanam jagung di lahan seluas seribu hektare, di Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lotim ketahanan pangan. SUPARDI/LOMBOK POST
TANAM: Pangdam IX Udayana di dampingi istri saat menanam jagung di lahan seluas seribu hektare, di Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lotim ketahanan pangan. SUPARDI/LOMBOK POST

LombokPost-Kodam IX/Udayana bersama Korem 162/Wira Bhakti (WB) dan Pemkab Lombok Timur (Lotim) melakukan penanaman jagung di atas lahan seluas 1.000 hektare, di Desa Pringgabaya.

Kegiatan ini dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

”Ini dilakukan bersama 25 kelompok tani, sebagai bagian dari program ketahanan pangan,” kata Pangdam Udayana IX Mayjen TNI Muhammad Zamroni, seusai penanaman jagung di Kecamatan Pringgabaya, Kamis (21/11).

Kata dia, kegiatan semacam ini sudah sering dilakukan TNI.

Namun untuk kali ini terasa berbeda, karena lahan yang akan ditanami sangat luas, hingga 1.000 hektare.

Terlebih dengan adanya terobosan dari Korem 162/WB, yang bekerja sama dengan PT DNA untuk menyerap hasil jagung petani.

”Mudah-mudahan dengan terobosan ini, semangat kita untuk mewujudkan swasembada pangan bisa terwujud,” katanya.

Melalui program ketahanan pangan nasional ini, diharapkan semangat para petani terus membara. Profesi petani diharapkan dapat semakin menjanjikan di masa depan.

Ia juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Korem 162/WB dan jajaran, yang mampu melihat potensi pupuk di Lotim.

Seperti rumput laut yang dikembangkan menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik cair, sehingga dapat membantu petani.

”Mudah-mudahan nanti selama tiga bulan ke depan, jagung yang kita tanam di lahan seribu hektare saat ini, betul-betul bisa menjanjikan,” katanya.

Danrem 162/WB Brigjen TNI Agus Bhakti menambahkan, dalam program patriot pangan ini, pihaknya telah membuat inovasi pupuk organik cair, yang berbahan dasar rumput laut.

Dengan harapan dapat membantu petani dan program patriot pangan, agar bisa berkelanjutan.

”Bahan baku yang banyak di Lotim ini salah satunya adalah rumput laut. Sehingga itu kita kembangkan untuk menjadi pupuk organik. Itu kita coba kembangkan dan hasilnya cukup bagus,” kata Danrem.

Sementara itu, Pj Sekda Lotim H Hasni menyampaikan, penduduk Lotim sangat padat dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB.

Bahkan 25,06 persen penduduk NTB ada di Lotim. Sehingga keberadaan program semacam ini sangat membantu ketahanan pangan daerah.

”Kami dari Pemkab Lotim mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi kepada TNI atas program ini, karena ini sangat membantu ketahanan pangan kami,” terangnya.

Disebutkan, pada tahun ini luas areal tanam jagung di Lotim khususnya yang areal pertanian irigasi mencapai 35.436 hektare.

Sedangkan lahan pertanian kategori tadah hujan seluas 6.092 hektare. Dari luas lahan tadah hujan ini 17 persen lahan akan ditanami jagung oleh TNI.  

”Di tempat ini (lokasi penanaman jagung, Red) sudah dibuatkan sumur bor. Sehingga ke depannya akan menjadi contoh. Di tempat-tempat (lahan) tadah hujan lain, jika bisa kita akan upayakan untuk buatkan sumur bor,” tandasnya. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#Ketahanan Pangan #Tanam #Jagung #terobosan #Pertanian #korem #swasembada #Inovasi